Prodi Ekonomi Islam Undip Kembali Adakan Kuliah Serial Pemikiran Islam

PicsArt_05-12-10.03.25FEB Undip (11/5) – Program Studi Ekonomi Islam Fakuktas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan kuliah serial pemikiran Islam. Kuliah serial pemikiran Islam kali ini mengangkat tema lembaga keuangan mikro Islam yaitu Baitul Mal wa Tamwil (BMT). Bertempat di hall Gedung C FEB Undip, acara ini dimulai pukul 09.00

Seiring dengan perkembangan persoalan ekonomi khususnya ekonomi Islam, BMT diyakini sebagai ijtihad baru yang hanya ada di Indonesia. Adapun BMT tergolong ke dalam lembaga keuangan mikro yang berbasis syariah dengan berbadan hukum koperasi.

Kartiko A. Wibowo selaku pengurus BMT BINAMA Semarang dan juga ketua internal pengurus BMT Indonesia dihadirkan sebagai pemateri utama. BMT sendiri sudah menjadi istilah umum yang hadir dari gerakan masyarakat secara mandiri yang merupakan penggabungan dari dua institusi. Kedua institusi tersebut ialah baitut tamwil dan baitul maal. “Kedua institusi ini dibedakan berdasarkan tujuannya. Kalau baitut tamwil berorientasi pada profit, tapi kalau baitul maal itu orientasinya pada nilai sosial,” jelas Kartiko.

Baitut tamwil merupakan sebuah lembaga pengelola harta yang berbasis syariah dengan tujuan untuk memperpanjang harta tersebut. Ciri yang dimiliki oleh baitut tamwil ialah dijalankan dengan prinsip ekonomi Islam dan berfungsi sebagai mediator antara pemilik kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana. Adapun baitul maal merupakan lembaga keuangan dimana usaha pokoknya menerima dan menyalurkan dana ummat dengan tujuan non komersil. Sumber dana baitul maal berasal dari zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf. Ciri yang dimiliki oleh baitul maal ialah visi dan misi yang dimiliki bertujuan pada aspek sosial, memiliki fungsi sebagai moderator antara muzakki (pemberi zakat) dan mustahiq (penerima zakat), tidak diperbolehkan mengambil profit apapun dari pengoperasiannya, dan pembiayaan operasi diambil 12,5% dari total sumber dana yang diterima.

Hingga saat ini, BMT yang tergabung di perhimpunan resmi sebanyak 447 dengan total aset mencapai tiga belas triliun. Adapun keseluruhan total pegawai mencapai Sembilan ribu dengan total anggota mencapai empat juta tujuh ratus anggota.

“Dengan adanya kuliah serial ini diharapkan kepada mahasiswa Ekonomi Islam lebih memahami implementasi dari lembaga keuangan mikro syariah dan dalam kesempatan ini prodi Ekonomi Islam mengambil contoh BMT,” jelas Naufal selaku ketua pelaksana.Kuliah seri pemikiran Islam ini berakhir pukul 12.00.

Reporter : Cyntia Farah Sakina

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *