Mengenal Budaya Mancanegara lewat Global Village

m

Semarang (6/8) – Association Internationale des Edudiants en Sciences Economiques (AIESEC) kembali mengadakan acara rutin tahunan bertajuk Global Village dimana kegiatan ini diikuti oleh 82 mahasiswa asing dari 32 negara seperti Mesir, Sri Lanka, Korea Selatan, Denmark, Vietnam, Italia, Hungaria, Sigapura, Spanyol, dan lain-lain. Masyarakat dapat merasakan suasana berbeda ketika memasuki klenteng Sam Poo Kong yakni terdapat bendera dari berbagai negara dan juga puluhan mahasiswa asing yang meramaikan tempat tersebut.

Festival budaya ini bukan hanya menunjukkan berbagai macam makanan dan barang-barang dari negara lain, tapi juga menampilkan pertunjukan di atas panggung dari berbagai negara seperti tari-tarian, lagu bahasa daerah masing-masing, dan lain-lain. “Tujuan acara ini agar setiap mahasiswa asing atau orang yang ada di sini tahu budaya negara masing-masing jadi ketika mereka tahu budaya dari negara lain, mereka akan saling toleransi,” ungkap Hara Paradise selaku Ketua AIESEC Undip.

Acara yang disponsori oleh pihak Klenteng Sam Poo Kong ini tentu memiliki manfaat bagi masyarakat umum yang berada di Semarang. Teresa Agus selaku Suistainable Project Manager mengungkapkan bahwa dengan mengikuti acara ini, masyarakat dapat memperluas pengetahuan tentang budaya dari negara lain, menambah kenalan atau international networking, dan juga belajar bagaimana cara menghargai kebudayaan orang lain. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Izam (Panitia OC, bagian Brand Experience). “Masyarakat dapat lebih tahu soal budaya dari negara lain, masyarakat lebih bisa mengenal barang-barang dari negara lain, bahasa, dan bisa berinteraksi langsung dengan mahasiswa asing, soalnya kesempatan seperti ini kan jarang jadi kita bisa menjembatani masyarakat,” ungkapnya.

Acara ini mendapatkan antusiasme yang baik dari masyarakat. Ana salah satunya, ia mengungkapkan bahwa tertarik begitu mendengar bahwa akan diadakan festival budaya seperti ini.”Acara ini bagus, mereka menampilkannya dengan penuh persiapan,” ungkap mahasiswi Universitas Negeri Semarang ini. Pengunjung Sam Poo Kong turut meramaikan stands dari berbagai negara dan juga turut berinteraksi dengan mahasiswa asing tersebut, seperti berfoto bersama.

Tanggapan  juga datang dari peserta Global Village, salah satunya datang dari  Seo Min Kyu, mahasiswa asal Korea. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui orang-orang di Semarang begitu mengenal dan mencintai budaya Korea Selatan. “So Great, and surprising because many people loved Korea (Sangat mengagumkan dan aku sangat terkejut karena orang-orang suka Korea),” ungkapnya. Ketika ditanya pendapatnya tentang Kota Semarang, ia mengaku mencintai Semarang karena masyarakatnya yang ramah.

Teresa berharap ke depannya Global Village semakin banyak dikunjungi masyarakat, dan juga memiliki lebih banyak lagi negara-negara yang berpartisipasi, agar dapat menyampaikan maksud dan tujuan ke masyarakat. Izam sendiri berharap terutama kepada generasi muda. “Semakin maju ke depan kita akan semakin menjumpai negara-negara lain, mungkin anak muda lebih aktif aja di projek-projek social seperti yang dilakukan oleh AIESEC,” ungkapnya

Reporter  : Gracye Atriana Pane

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *