Mahasiswa KKN Undip Tim II Latih Warga Desa Semut Inovasi Olahan Bebek

PEKALONGAN (27/8) – Desa Semut yang berada di kecamatan Wonokerto, kabupaten Pekalongan memiliki potensi untuk peternakan bebek. Hasil ternak berupa bebek itu sendiri dijual langsung ke pasar dan telurnya dibikin telur asin oleh masyarakat. Melihat masih adanya potensi inovasi untuk daging bebek, sembilan mahasiswa Universitas Diponegoro program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode kedua yang diterjunkan di desa tersebut mengadakan pelatihan produksi nugget bebek skala industri rumahan. Kesembilan mahasiswa tersebut yaitu Hendro Sarjito, Tituk Suselowati, Novinda Intani Putri, Verra Verdiana, Wibowati Sektiyani, Cholida, Muhammad Ifa, Bima Santi, dan Nurul Hidayah.

Pemilihan olahan berupa nugget dipilih karena makanan tersebut cenderung digemari semua rentang usia dan sederhana dalam proses produksi serta pengolahannya. Nugget bebek juga dinilai memiliki kandungan zat besi lebih banyak daripada nugget ayam. Selain itu dalam porsi yang tidak berlebihan, bermanfaat untuk menambah sel darah merah, antioksidan bagi tubuh, menjaga kestabilan tekanan darah, memenuhi kebutuhan vitamin B12, memenuhi kebutuhan protein, dan membantu melancarkan metabolisme dalam tubuh.

Pelatihan produksi nugget bebek ditujukan kepada ibu-ibu di desa Semut melalui kelompok PKK yang ada. Digelar di posko KKN, rangkaian pelatihan yang berjalan selama satu hari (Rabu, 8 Agustus 2018) meliputi produksi nugget bebek tanpa pengawet, penghitungan HPP, hingga cara pemasaran yang tepat. “Ibu-Ibu PKK yang mengikuti pelatihan tersebut cukup antusias karena rasa keingintahuan mereka yang tinggi untuk membuat olahan makanan yang berbeda. Kegiatan ini berjalan dengan lancar karena antusiasme dan keaktifan dari ibu-ibu PKK desa Semut,” jelas Wibowati.

Hasil dari pelatihan tersebut adalah produk yang diberi nama “NuBek”, akronim dari nugget bebek. Satu bungkusnya berisi 250 gram seharga Rp 23.000,00 per bungkus, yang bisa dipesan melalui Tokopedia atau kontak WhatsApp. Kesembilan mahasiswa tersebut berharap “NuBek” dapat berkembang pasca program KKN mereka berakhir dan menjadi produk unggulan desa Semut.

Kontributor: Tim KKN II Undip desa Semut

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *