Aksi Bela Rakyat di Jakarta Dapat Pengawalan Ketat dari Kepolisian

20170112_150536[1]Jakarta (12/1) – Ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK membuat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi unjuk rasa di seputar Ring I pemerintahan. Aksi yang mereka beri nama Aksi Bela Rakyat 121 ini menuntut agar Presiden Jokowi segera mencabut kebijakan yang dirasa tidak berpihak kepada rakyat kecil. Ada pun tuntutan mereka seperti menolak Peraturan Peraturan Nomor 60 dan menolak kenaikan tarif listrik golongan 900 VA.

Aksi ini mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian. Polisi sudah nampak berjaga sejak mahasiswa berkumpul di Silang Monas Barat Daya. Polisi juga turut mengatur lalu lintas kendaraan yang menuju Jalan M.H. Thamrin. Sekitar Pukul 13.30, massa mulai bergerak menuju istana negara.

Aksi ini rencananya akan berakhir di depan Istana Negara. Namun, baru sampai di depan Markas Besar TNI, para peserta aksi dihadang oleh barikade pagar betis polisi. Menurut pihak kepolisian, para peserta tidak diizinkan melakukan aksi di depan istana Negara, mereka hanya diizinkan melakukan aksi sampai di depan Mabes TNI. “Ayo Pak Polisi, jangan halangi kami. Kami hanya ingin bertemu dengan presiden kami,” ujar salah seorang orator. Tak terima, mahasiswa mencoba menembus barikade dan mengakibatkan polisi dan mahasiswa sempat bersitegang. Beberapa mahasiswa nampak melempari polisi dengan botol air mineral. Namun, suasana kembali kondusif dan mahasiswa kembali ke posisi semula. Akibat aksi ini, Jalan Medan Merdeka Barat menuju arah Jalan Medan Merdeka Utara ditutup sementara.

Untuk memaksimalkan pengamanan, polisi melengkapi diri mereka dengan helm dan tameng. Polisi juga menyiapkan kendaraan barakuda dan water cannon.   Dalam aksi ini, turut hadir Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Dwiyono untuk memantau kondisi aksi Bela Rakyat. “Kita harap kepada rekan mahasiswa agar bisa tertib dan mengikuti aturan,” ujar Dwiyono di depan Silang Monas Barat Daya.

Aksi bela rakyat ini berujung dengan pemanggilan tiga orang perwakilan mahasiswa ke dalam Istana Negara. Setelah bertemu Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, Koordinator BEM SI Bagus Tito Wibisono membawa empat poin nota kesepahaman. Selain di Jakarta, aksi bela rakyat 121 juga dilaksanakan di 19 kota di seluruh Indonesia. Di Semarang, aksi bela rakyat 121 digelar di depan Gedung Gubernuran Jawa Tengah.

Reporter : Akhmad Sadewa

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *