Alexander Yahya Datuk Mendadak Jadi Dosen

FEB Undip (18/9) – Menjadi wirausahawan di era global ini merupakan hal yang berguna bagi negara karena dapat mengurangi pengangguran dan memberi pemasukan melalui pajak. “Bila ingin menjadi pahlawan bangsa, jadilah wirausahawan”. Hal itu disampaikan Alexander Yahya Datuk saat memberikan materi kuliah umum di hall gedung C lantai 4 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), Kamis (18/9).

Bertema“Pemuda Indonesia yang Berdikari: Urgensi Membangun Kewirausahaan Pemuda dan UMKM” acara ini dihadiri oleh mahasiswa FEB Undip dan tamu undangan. Kuliah umum yang diadakan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini menghadirkan Alexander Yahya Datuk, selaku ketua HIMPI pusat bidang ekonomi dan keuangan, sebagai dosen.

Acara dibuka secara simbolis oleh Staf Ahli Pembantu Dekan III, Fitrie Arianti. Bertindak sebagai moderator, Muhdi Kurnianto, mahasiswa Manajemen 2011 sekaligus wirausahawan muda. Alex menuturkan, dalam beberapa waktu terakhir ini ada beberapa dinamika keuangan global. Salah satunya adalah rencana penghentian kebijakan injeksi likuiditas di Amerika Serikat yang dikhawatirkan berimplikasi terhadap sudden reversal atau penarikan dana asing secara cepat dan besar dari pasar modal di negara berkembang, termasuk Indonesia. Bila sudden reversal itu terjadi maka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai rupiah akan mengalami penurunan, sehingga menimbulkan kekacauan.

Meskipun demikian, ia yakin bahwa intervensi moneter oleh pemerintah dan bank sentral (Bank Indonesia –red) dapat menangani hal tersebut. Akan tetapi ia juga meyakini, masalah sejenis akan timbul lagi di masa mendatang, sehingga perlu dilakukan upaya antara lain dengan menggiatkan kegiatan kewirausahaan dan usaha kecil menengah. Hal inilah yang dapat menjadikan fundamental ekonomi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdikari.

Selain itu, Alex juga menyinggung tentang bonus demografis Indonesia. Menurutnya, bonus demografi akan memiliki makna strategis karena bisa menjadi penentu kebangkitan dan keberhasilan pembangunan ekonomi Indonesia. Ia mengatakan bahwa dalam berwirausaha, kita harus berfikir dan berinovasi seperti dalam teori Schumpeter. “Mental untuk terus berusaha, berfikir, dan berinovasi yang out of the box untuk bertahan dari masalah. Namun harus menjaga diri agar tetap rasional,” jawab Alex saat ditanyai tips menghadapi jatuh bangun dalam dunia wirausaha. Setelah sesi tanya jawab, acara diakhiri dengan pemberian plakat untuk Alexander Yahya Datuk oleh Fitrie Arianti. (nq)

Reporter : Anastasia Shafira dan Panjalu Satrio

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *