Amnesti Pajak dalam Perspektif Ekonomi Makro

seminarr

FEB Undip (3/11) РMagister Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (MIESP) kembali mengadakan kuliah umum yang kali ini mengangkat tema tentang amnesti pajak. Bertempat di ruang seminar kampus FEB Undip Pleburan, kuliah umum ini dibuka pukul 09.30 oleh sambutan Wahyu Widodo selaku sekretaris MIESP. Menghadirkan Parijono selaku pembicara, kuliah umum ini merupakan agenda  rutin dari MIESP.

Parijono yang merupakan Kepala Pusat Kajian Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan memulai kuliah umum dengan memaparkan kondisi perekonomian makro global. Menurutnya, kondisi perkembangan ekonomi global masih belum stabil.” Hal ini disebabkan oleh harga komoditas sedang jatuh, permintaan dunia yang sedang melemah, serta ketidakpastian kebijakan moneter negara-negara maju seperti Amerika Serikat,” ungkap Pria yang menyelesaikan S-1 nya di Universitas Gadjah Mada ini.

Berlanjut ke keadaan ekonomi makro di Indonesia, Parijono mengatakan bahwa disparitas antarwilayah di Indonesia masih cukup tinggi. Pulau Jawa berkontribusi 60% terhadap perekonomian nasional, sementara Pulau Papua hanya menyumbang sekitar 2.5%.”Hal ini membuktikan bahwa disparitas atau ketimpangan antar wilayah masih tinggi,” ungkapnya.

Parijono kemudian menyinggung tentang amnesti pajak dan repatriasi dana. Menurutnya, potensi penerimaan pajak Indonesia sangat besar. Dari 250 juta penduduk Indonesia, hanya 28 juta yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), 10 juta orang yang menyerahkan SPT, dan hanya 1 juta yang mengembalikan SPT. “Keadaan ini membuat tax ratio¬†Indonesia (rasio pajak terhadap pendapatan nasional -red) tergolong yang terendah di Asia Tenggara, bahkan kalah dari Laos dan Kamboja,” tuturnya. Oleh karena itu, amnesti pajak merupakan sebuah terobosan kebijakan untuk memperbaiki struktur ekonomi dengan mencari sumber pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Terbukti, amnesti pajak Indonesia adalah yang paling berhasil di dunia.

Dengan diadakannya kuliah umum ini, Wahyu berharap beberapa isu-isu mendasar dapat didiskusikan bersama ke dalam forum yang representatif. Kuliah umum ditutup dengan sesi penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama.

Reporter : Sadewa, Tio

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *