Asah Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa, EECC Adakan Seminar Pelatihan TOEFL

DSC_0004

FEB Undip (22/4) – Pada 1 Januari 2016 silam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah resmi diberlakukan. Persaingan antarsumberdaya manusia pun semakin meningkat. Kemampuan bahasa asing terutama kemampuan bahasa Inggris semakin dibutuhkan. Guna menjawab hal tersebut, Economics English Conversation Club (EECC) FEB Undip mengadakan workshop pelatihan Test Of English as Foreign Language (TOEFL) bertemakan Empowering The Globe Through English di Hall gedung C. Acara dimulai pukul 08.15 dengan diawali pidato sambutan oleh Ganis yang mewakili president EECC.

Acara ini diselenggarakan untuk menarik minat mahasiswa supaya lebih meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris melalui test TOEFL. Seperti yang diungkapkan Andi Eko selaku ketua panitia acara. “Mungkin memberikan sebuah pelatihan atau menarik minat mereka (mahasiswa -red) supaya kemampuan Bahasa Inggris mereka bisa lebih bagus lagi. Kemudian  melatih jiwa kompetisi mereka juga,” tutur Andi

Pembicara utama dari workshop tersebut adalah Sumarman atau sering disapa Marman, yang menjelaskan sedikit mengenai perbedaan antara TOEFL, IELTS, dan TOEIC. Untuk TOEFL dan IELTS lebih sering digunakan sebagai persyaratan melanjutkan studi di luar negeri. TOEFL lebih diarahkan untuk negara-negara pengguna bahasa English – American sedangkan IELTS diarahkan untuk negara pengguna bahasa English – British. TOEIC lebih dikhususkan untuk orientasi pekerjaan yang ingin berkontribusi dalam globalisasi.

Workshop tersebut lebih fokus untuk membahas tipe-tipe soal yang akan muncul dalam test TOEFL. Selain itu, Marman juga berbagi tips dan trik seperti ketika menghadapi tipe soal listening pada percakapan pendek untuk menghindari pilihan jawaban yang hampir mirip dengan apa yang diucapkan oleh narator.

Workshop tersebut juga menarik minat peserta dari kalangan mahasiswa tingkat akhir yang sedang berusaha memenuhi persyaratan kelulusan. “Peserta umumnya kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa tingkat akhir karena mereka membutuhkan TOEFL untuk persyaratan  kelulusan mereka,” ungkap Andi. Senat fakultas saat ini menaikkan skor TOEFL 550 sebagai syarat kelulusan mahasiswa dari yang sebelumnya hanya 450.

Andi berharap setelah adanya pelatihan tentang TOEFL ini, mahasiswa semakin mengerti seperti apa tipe – tipe soal yang kemungkinan akan muncul pada test nanti. “Dengan begitu diharapkan mereka sudah siap menghadapi test TOEFL, seperti apa tipe soalnya, dan bagaimana menyelesaikan test TOEFL tersebut,” tutup Andi. Rangkaian Workshop akan berlanjut dengan simulasi test TOEFL pada minggu (24/4) mendatang.

Reporter : Rismanto Irawan

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *