Atas Instruksi Presiden, KOMINFO dan BEM Undip Gelar Forum Revolusi Mental

20151119_132104

Semarang (19/11) – Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO) bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Undip menggelar Forum Diskusi Publik “Revolusi Mental, Pembangunan Bangsa”.  Bertempat di Pendopo Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, forum ini menghadirkan empat pembicara, di antaranya Mayor Infanteri Ahmad Mubarok, Hastaning Sakti selaku Dekan Fakultas Psikologi Undip, Kapolres Banyumanik, serta Staff Khusus KOMINFO yaitu Arif Budi sebagai pembicara utama. Forum ini bertujuan untuk menanamkan sikap integritas, etos kerja, dan gotong royong kepada mahasiswa maupun masyarakat umum.

Open gate dilakukan pukul 13.00 WIB  dan acara dimulai pukul 14.00 WIB. Sembari menunggu peserta datang, acara diisi dengan hiburan dari Seven Soul Band. Forum dibuka dengan pembacaan doa oleh Lurah Sumurboto, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian Sambutan sekaligus Pembukaan acara oleh Sunaryo selaku Direktur Pengelolaan Media Publik.

Diskusi dimulai pukul 15.00 WIB dan berlangsung aktif dengan beberapa pertanyaan serta tanggapan dari peserta terkait materi yang telah disampaikan oleh pembicara. Pertanyaan yang dilontarkan berasal berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga nonakademisi. Tak hanya komentar dan tanggapan positif, namun beberapa kritik terkait praktik realisasi juga dilontarkan. Hal ini dapat ditanggapi dengan gamblang oleh para pembicara. Acara diakhiri pukul 18.00 WIB dengan penampilan Stand Up Comedy dan pemutaran film Tanah Air Beta. Acara ditutup dengan pembagian doorprize dan pengumuman pemenang untuk hashtag revolusi mental terfavorit.

Forum diskusi ini diadakan atas dasar undang-undang yang dicanangkan oleh pemerintah, dimana KOMINFO diinstruksikan untuk melakukan sosialisasi revolusi mental sesering mungkin. “Acara ini diadakan untuk menindaklanjuti instruksi presiden untuk menggelorakan revolusi mental, karena kondisi masyarakat sekarang. Membanjirnya informasi menggeser nilai-niali karakter bangsa,” jelasnya. Ia  berharap para pemuda dapat menularkan apa yang didapat dari acara ini untuk membawa perubahan positif  untuk diri sendiri, keluarga, atau pada masyarakat luas.

Target peserta adalah mahasiswa, pemuda, dan pelajar. Dikdik Sadaka, Kasubdit Media Luar Ruang dan Audio Visual sekaligus ketua pelaksana, menyatakan bahwa dirinya telah menyosialisasikan acara ini ke kalangan pemuda. “Lewat undangan, kami juga mengirimkan untuk pihak UNDIP,” jelasnya. Ia juga mengatakan bahwa persiapan acara telah dimulai sejak sebulan yang lalu. Namun karena melibatkan banyak orang, acara ini tetap mendapati beberapa kendala terkait pelaksanaan. “Kendalanya, karena melibatkan banyak orang, kondisi bisa berubah. Banyak hal yang terjadi di luar rencana. Misalkan gangguan teknis dan keterlambatan pembicara,” terangnya. Dikdik berharap melalui acara ini, penyebaran ilmu oleh para peserta kepada masyarakat dapat terealisasi. Ia juga mencanangkan adanya pelaksanaan acara serupa di berbagai lokasi lainnya. “Untuk program, harapannya bisa diselenggarakan di berbagai lokasi lain. Penyelenggaraan selanjutnya sesuai rencana anggaran, mungkin tahun depan,” tukasnya. (nw)

 Reporter : Gadis, Filza

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *