Bagai Negeri China di Dalam Klenteng Sam Poo Kong

Serasa berada di negeri China saat berdiri di Klenteng Sam Poo Kong. Tempat ini merupakan bekas pendaratan laksamana dari Tiongkok yang sangat populer – Laksamana Cheng Ho. Klenteng Sam Poo Kong terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Seperti klenteng yang tersebar di wilayah Indonesia pada umumnya, Sam Poo Kong didominasi warna merah. Sejumlah lampion merah tidak saja menghiasi klentengnya, tetapi juga pohon-pohon besar menuju pintu masuk.

Klenteng Sam Poo Kong terkenal hingga ke mancanegara, bahkan kabarnya merupakan tempat yang telah ditetapkan oleh pemerintah Tiongkok sebagai tujuan wisata bagi pelancong asal Tiongkok. Uniknya, tujuan wisata ini banyak didatangi oleh warga muslim Tiongkok karena bernuansa budaya Islam, bukan nuansa budaya Tiongkok yang lekat dengan dupa dan lilin. Hal ini disebabkan warga muslim Tiongkok dari provinsi Yunnan sangat akrab dan mengenal baik serta menyakini bahwa Laksamana Cheng Ho sebagai panglima perang utusan Tiongkok keturunan Persia memiliki latar belakang Islam.

Klenteng Sam Poo Kong dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau persembahyangan serta tempat untuk berziarah. Seluruh area lebih dimaksudkan untuk sembahyang dan tidak semua orang boleh memasukinya. Bangunan kuil, baik yang besar maupun yang kecil di beri pagar dan dilengkapi dengan penjagaan oleh petugas keamanan di masing-masing pintu. Hanya yang bermaksud sembahyang saja yang diizinkan masuk sedangkan wisatawan yang ingin melihat-lihat bisa melakukannya dari balik pagar.

Saat ini, selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan Klenteng Sam Poo Kong juga menjadi salah satu tujuan wisata lokal di Semarang yang menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Pengunjung juga dapat berfoto dengan pakaian ala prajurit China di tempat tersebut. Cukup dengan membayar tiket masuk sebesar Rp3.000,00 kita akan disuguhi penampilan bangunan ala China yang indah, unik dan kaya akan sejarah. Klenteng Sam Poo Kong terus direnovasi, bukan hanya untuk kepentingan ibadah kaum Tiong Hoa, tetapi juga sebagai lokasi wisata. Selain memperluas area parkir, disediakan pula taman dan tempat duduk di bagian luar klenteng untuk wisatawan.

Jarak tempuh klenteng ini dari bandara Ahmad Yani relatif dekat. Tak perlu melewati pusat kota Semarang yang padat, naik taksi hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Jika dari arah barat kota Semarang dan menggunakan transportasi bus umum, ada banyak armada yang melewati klenteng ini, salah satunya bus jurusan Mangkang-Terminal Terboyo. Jika dari Magelang, Jogja, Solo dan sekitarnya, setelah masuk kota Semarang, dapat memilih menggunakan bus jurusan Mangkang, angkot jurusan Pasar Karang Ayu atau Manyaran. sedangkan dari arah timur Kota Semarang, bus jurusan terminal Terboyo-Mangkang adalah pilihan paling tepat.

oleh : Nabilla Aulia Shabrina (Magang Edents 2014)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *