Bambang: Korupsi Akibatkan Loss Generation

Semarang (20/3) – Upaya pendidikan anti korupsi nampaknya kini tengah dilakukan oleh Universitas Soegijapranata (Unika) Semarang. Pada Kamis (20/3) Unika menggelar Seminar Nasional bertajuk “Masa Depan Pemberantasan Korupsi Pasca Transisi 2014”. Acara ini dipadati oleh mahasiswa yang mayoritas berasal dari Fakultas Hukum, kalangan umum, hingga perwakilan DPR. Hadir sebagai pembicara, yakni Bambang Widjojanto (wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)), Dadang Trisasongko (Sekjen Transparency International Indonesia (TII)), dan Marcella Elwina (Wakil Rektor IV).

Seminar yang berupaya mengedukasi mahasiswa melalui gerakan anti korupsi ini, berbicara mengenai optimisme KPK ditengah pihak-pihak yang berusaha menggoyahkan posisinya untuk memberantas korupsi di Indonesia. Meski demikian, sepak terjang KPK selama 10 tahun telah memberikan udara segar bagi masyarakat melalui berbagai pengungkapan kasus korupsi yang dilakukan oleh big fish. Disela-sela penyampaian materinya, Bambang menyarankan agar mahasiswa mulai tertarik untuk melakukan  Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Salah satunya berkaitan dengan upaya pencegahan korupsi, seperti melakukan sosialisasi tata cara mengurus surat nikah, KTP, akta kelahiran, yang sejatinya tidak dipungut biaya. Ia menyayangkan ramainya pembicaraan korupsi yang tak sejalan dengan ramainya pembicaraan mengenai bagaimana pencegahannya. “Berbagai media masaa selalu ramai dalam pemberitaan kasus korupsi, namun penting untuk diketahui episentrum korupsinya dimana,” ungkapnya. Lebih lanjut Bambang menegaskan bahwasanya korupsi akan mengakibatkan loss generation.

Sebelumnya, Marcella juga telah mencontohkan perilaku anti korupsi dari lingkungan kampus. Misalnya dengan membagikan stiker sebelum ujian. Hal ini merupakan suatu bentuk himbuan kepada para mahasiswa untuk tidak berbuat curang (mencontek -red) selama ujian berlangsung. Tidak hanya penjelasan secara kualitatif, Bambang juga mencoba memberikan penjelasan secara kuantitatif mengenai hubungan antara Human Development Index (HDI) dengan upaya pencegahan korupsi. Upaya pencegahan korupsi yang dilakukan oleh KPK salah satunya merilis film yang berjudul, “Hidup Sebelum Pagi Lagi”. Selain itu, upaya lain yang dilakukan KPK ialah dengan membuat Sistem Integritas Nasional Indonesia Pemberantasan Korupsi (SINI-PK).

Bambang juga menjelaskan bagaimana konsep memiskinkan koruptor. Korupsi akan berdampak pada berbagai aspek, mulai dari materi, biaya pencegahan anti korupsi, biaya proses penanganan korupsi, hingga biaya akibat adanya korupsi. Maka, menurutnya koruptor harus membayar semua biaya-biaya tersebut.

Optimisme KPK dalam pemberantasan korupsi ditutup dengan pesan, tekad yang kuat, sikap dan perilaku jujur dan optimistik, kemampuan mengonsolidasikan dan menyinergikan orang serta elemen kebaikan, keberhasilan merebut Ridha Tuhan, menjadi modal utama MENAKLUKKAN korupsi.(nq)

Reporter : Ina Irawati

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *