Bangga Menjadi Indonesia: Tantangan dan Peluang bagi Pemuda Indonesia

2013

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya alam berupa hasil tambang, pertanian, perikanan, peternakan, dan tanah yang subur merupakan modal dan kekuatan bagi Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju. Namun, mayoritas penduduk Indonesia belum dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam tersebut dengan baik. Hal tersebut terlihat dari jumlah wirausaha yang dimiliki Indonesia saat ini. Indonesia hanya memiliki 1,65 persen wirausaha dari jumlah penduduk keseluruhan, padahal sebuah negara idealnya memiliki minimal 2 persen wirausaha agar bisa menjadi negara maju. Angka ini jauh tertinggal jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, seperti Singapura yang jumlah wirausahanya sudah mencapai 7 persen, Malaysia 5 persen, dan Thailand 3 persen.

Selain sumber daya alam yang melimpah, Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang jumlahnya menempati urutan ke empat terbanyak di dunia. Berdasarkan perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2015 jumlah pemuda di Indonesia mencapai 62,4 juta orang atau setara dengan 25 persen dari total seluruh penduduk di Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya kesempatan pemuda untuk mengambil peran penting bagi pertumbuhan dan kemajuan bangsa Indonesia. Karena sejatinya pemuda merupakan individu yang memiliki produktivitas tinggi di masyarakat untuk berkarya, berkreasi, dan berinovasi.

Banyaknya jumlah pemuda juga mengisiasi pertumbuhan industri kreatif di Indonesia. Pemuda dengan berbagai ide kreatif dapat memicu pertumbuhan ekonomi mikro Indonesia melalui pembentukan Usaha Kecil Menengah (UKM). Dengan didukung oleh berbagai kebijakan dan regulasi yang ada, melalui UKM tersebut diharapkan pemuda dapat bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean.

Pengalaman di berbagai negara maju menunjukkan bahwa produktivitas suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Maka disamping usaha-usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah, diperlukan pula program-program rekayasa sosial dan implementasi teknologi dalam kerangka pemberdayaan masyarakat. Program ini dilaksanakan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan di Indonesia. Hal tersebut dapat dilakukan melalui program-program transfer teknologi untuk usaha kecil menengah, serta penguatan institusi intermediasi yang diinisiasi oleh pemuda.

 Menjadi seorang sosialteknopreneur merupakan salah satu cara bagi pemuda untuk melakukan program rekayasa sosial dan implementasi teknologi tersebut. Sosialteknopreneur adalah gerakan ekonomi kerakyatan dalam rangka meningkatkan pendapatan dan ekspor nonmigas dari sektor agribisnis di pedesaan guna menggerakan konsumsi domestik. Kegiatan sosialteknopreneur dalam hal ini merupakan sistem usaha berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan, dan terdesentralisasi.

Berdaya saing berarti usaha yang dijalankan tidak hanya sekedar mengandalkan kelimpahan sumber daya alam dan tenaga kerja, namun berorientasi pada pangsa pasar, produktivitas, pemanfaatan inovasi teknologi, dan kreativitas sumber daya manusia. Berkerakyatan dicirikan dengan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki rakyat dan menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan usaha. Berkelanjutan dinilai berdasarkan kemampuan masyarakat untuk merespon perubahan pasar secara cepat dan efisien, berorientasi jangka panjang, dan pengembangan inovasi teknologi yang ramah lingkungan secara berkesinambungan. Sedangkan terdesentralisasi difokuskan pada pendayagunaan keragaman sumber daya lokal, berkembangnya kreativitas masyarakat, dan kerjasama harmonis dengan pemerintah daerah.

Upaya dan kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam rangka memakmurkan rakyatnya juga perlu didukung oleh kesadaran masyarakat. Sulit apabila masyarakat enggan bekerja sama dengan pemerintah. Selain pemerintah, peran pemuda di dalam sebuah bangsa juga sangat besar. Pemuda diharapkan dapat menjadi panutan, membantu pemerintah menyelesaikan berbagai masalah khususnya dibidang ekonomi, dan menciptakan sebuah industri kreatif yang mampu bersaing di tingkat internasional. Pada akhirnya pemuda diharapkan dapat melunasi janji kemerdekaan kepada pejuang dan para pahlawan, bahwa setiap rakyat Indonesia berhak atas keadilan sosial dan ekonomi serta memperoleh jaminan hidup yang layak di tanah bumi pertiwi.

Oleh : Dicha A Amanda

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *