Bela Negara Melalui Pemahaman Sejarah

luthfi-setia-mardani

     Terhitung 71 tahun sudah bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Begitu banyak  harta hingga nyawa lenyap untuk dapat meraih kata “merdeka”. Tanpa adanya gagasan, cita-cita yang luhur dari pahlawan nasional, disertai dengan ribuan jalan untuk mencapainya yang tak pernah absen terlintas dipikirannya, lengkap dengan tetes peluh dan darah yang tak pernah menjadi penghalang untuk terus berjuang, Indonesia tidak akan menjadi seperti ini, negara terluas ke tujuh di dunia dengan total luas wilayah 5.193.250 kilometer persegi yang terbentang dari Sabang hingga ujung Merauke, dengan ribuan pulau dikelilingi lautan luas.

     Perjuangan tulus pendahulu bangsa begitu terasa disetiap nafas kehidupan Indonesia, bagi mereka yang menyadarinya. Namun naas, generasi penerus mereka terkesan sombong serta menutup mata dan tak ingin menengok kebelakang untuk dapat belajar dari perjuangan serta pergerakan mereka sehingga dapat menentukan sikap dan langkah-langkah berikutnya yang semestinya diambil untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang memiliki wilayah yang begitu luas. Letak geografis negara Indonesia juga begitu strategis, yang berada diposisi silang yang diantara dua benua dan dua samudra, lengkap dengan kekayaan alam yang melimpah dan penduduk yang banyak  sehingga tidak menutup kemungkinan di era global dewasa ini menjadi perhatian banyak negara di dunia. Keadaan tersebut disatu sisi memiliki dampak positif bagi bangsa Indonesia, namun disisi lain yang wajib kita sadari, ini merupakan sumber ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, karena negara lain tidak hanya mengincar sumber daya yang kita punya, namun juga berusaha untuk menanamkan pengaruhnya dibidang ideologi dan politik. Apabila hal ini tidak ditanggulangi sejak dini dan dibiarkan bekelanjutan, mengingat wawasan nasional dan pemahaman sejarah dari penduduknya yang terbilang rendah dengan sikap terbuka dan kemampuan adaptasi yang rendah sehingga pengaruh tersebut akan masuk secara sendirinya tanpa disaring terlebih dahulu, sehingga wilayah dan kesatuan Indonesia yang utuh lambat laun akan semakin keropos dan lepas satu persatu.

     Sebagai generasi penerus bangsa, apakah kita akan rela negara yang dari lahir dan mati kita pijak, tempat kita belajar, tumbuh dan berkembang direnggut oleh bangsa lain. Persatuan dan kesatuan rakyatnya dimonopoli? Hancur, lebur, sirna secara perlahan, semua hasil kerja keras pendahulu yang sempat mereka perjuangkan dengan taruhan nyawa yang mereka abaikan, hanya karna mental buruk penerusnya yang justru sibuk mengikuti arus perkembangan jaman, yang mayoritas merupakan pengaruh kebudayaan asing yang mereka anggap “kekinian”. Tak ada salahnya melakukan hal tersebut, agar tidak tertinggal. Demi tetap satu dan utuhnya bangsa, kita sebagai generasi tumpuan bangsa wajib melaksanakan kewajiban kita untuk bela negara.

     Bela negara adalah sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia serta keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara dan kerelaan untuk berkorban guna meniadakan setiap ancaman baik dari dalam maupun luar negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan dan persatuan bangsa, keutuhan wilayah dan yurisdiksi nasional serta nilai –nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dimana bela negara telah jauh dilakukan oleh pahlawan bangsa. Bela negara disini tidak hanya diartikan dengan menggunakan senjata, seperti bela negara yang dilakukan oleh pendahulu dalam mempertahankan NKRI saja, namun juga mencakup keseluruhan kehidupan bangsa Indonesia, baik dibidang ekonomi, politik, sosial budaya, pertahanan dan keamanan juga ideologi.

     Di dalam bidang politik, bangsa Indonesia harus senantiasa memiliki kesadaran yang tinggi dalam berbangsa dan bernegara serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa, dengan selalu menanamkan nilai-nilai Sumpah Pemuda. Sumpah pemuda merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia yang merupakan hasil keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan pada 28 Oktober 1928. Dalam Sumpah Pemuda ini berisi ikrar yang menegasakan cita-cita berdirinya negara Indonesia bahwa bertumpah darah yang satu, tanah indonesia. Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia dam menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Pun kita harus selalu menghormati Sang Pusaka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, serta hormat kepada Negara.

     Indonesia kaya akan sumber daya alamnya yang merupakan salah satu hasil perjuangan pahlawan bangsa dapat dieksplor dan diolah demi pemenuhan kebutuhan konsumsi serta kesejahteraan bangsanya. Pun dengan ditunjang kemajuan teknologi yang serba canggih didalamnya, bangsa Indonesia dapat melaksanakan proses produksi, distribusi serta konsumsi barang dan jasa demi meningkatkan taraf hidup bangsa. Disini warga negara memiliki kesempatan yang sama dalam menggerakkan roda perekonomian dan tidak hanya untuk kemakmuran kaum elite belaka. Kesejahteraan ekonomi harus dilakukan untuk seluruh masyarakat Indonesia secara merata.

     Dalam bidang sosial dan budaya, bangsa Indonesia harus meneladani sila-sila yang terkandung dalam Pancasila, yang dirumuskan oleh pejuang bangsa pada 1 Juni 1945 dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule Undang-Undang Dasar 1945. Dengan mengimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk selalu berpegang utama pada nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, hidup bermasyarakat dengan adil dan beradap, menjaga tetap satunya bangsa,  kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta menciptakan keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Pun bangsa Indonesia harus bersatu untuk menangkal penetrasi pengaruh bangsa lain yang tidak sesuai dengan kebudayaan dan nilai-nilai nasional dan merealisasikan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai, semangat jiwa Pancasila, sebagai ukuran tuntutan sikap dan tingkah laku bangsa yang menjadi ciri sosial budaya bangsa dan negara.

     Pertahanan dan Keamanan Negara juga harus menjadi fokus dalam pengimplementasian bela negara. Pertahanan dan keamanan negara adalah salah satu fungsi pemerintahan negara, yang mencakup upaya dalam bidang pertahanan yang ditujukan terhadap ancaman dari luar negeri dan upaya dalam bidang keamnanan yang ditujukan terhadap ancaman dalam negeri. Hankamneg bertujuan untuk menjamin tetap tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 terhadap segala ancaman, guna tercapainya tujuan nasional. Hankam merupakan suatu hak dan kewajiban dalam melakukan bela negara dan merupakan tanggung jawab kita untuk menjaga kehormatan bangsa. Dalam hankam, Indonesia mencintai kedamaina namun lebih mencintai kemerdekaan dan kedaulatan. Pun bangsa Indonesia menentang segala bentuk penjajahan dan menganut politik bebas aktif, serta perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia bersifat kerakyatan, kesemestaan dan kewilayahan.

     Terakhir dalam bidang ideologi, kita harus selalu yakin pada kesaktian Pacasila yang diangkat dan dirumuskan oleh para pendiri negara ke dalam UUD 1945. Sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia. Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain di dunia, namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai kebudayaan dan keagamaan yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara, sehingga unsur-unsur yang merupakan materi Pancasila tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia. Sehingga Pancasila memiliki keampuhan dalam mempersatukan kebinekaan yang terdapat pada bangsa ini sehingga pada gilirannya dapat menopang terhadap kelancaran pembangunan yang dilaksanakannya.

     Marilah generasi pundak andalan bangsa, bukalah matamu untuk belajar  dan pahami sejarah bangsa bahwa kenikmatan hidup di tanah air yang kita enyam saat ini tidak akan pernah ada tanpa jasa pahlawan bangsa yang gigih meraihnya. Teladani perjuangan mereka dan implementasikan segala hasil perjuangan dan pemikiran mereka seperti Pancasila, UUD 1945, Sumpah Pemuda dan yang lainnya sebagai dasar serta referensi utama kita untuk menjaga tetap satu dan utuhnya bangsa Indonesia dalam melaksanakan bela negara.

SAMSUNG CSC

Luthfi Setia Mardani

Mahasiswa Akuntansi 2014, Universitas Diponegoro

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *