BEM FEB Undip Mulai Bergerak

BEM
BEM FEB Undip (Twitter.com/bemfebundip)

Satu tahun masa kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Undip 2015 telah berakhir dan saat ini memasuki kepengurusan yang baru periode 2016. Dengan demikian, BEM kembali menyusun program kerja (proker) untuk satu tahun masa bakti kedepan. Berbagai proker BEM dipaparkan oleh Sayoga Anggoro selaku Kepala Departemen Minat dan Bakat (Mikat) BEM FEB Undip.

Proker departemen minat dan bakat dimulai dari Ecochamp (Economic Championship) yang merupakan kompetisi dibidang olahraga. Khusus untuk tahun ini telah disepakati adanya perubahan cabang olahraga tenis meja digantikan dengan panco. Selanjutnya adalah Economic Futsal Competition (E-fution ) yaitu proker yang berupa kejuaraan futsal antar jurusan di Undip. Disusul dengan Economic Carnival (Ecocar) sebagai ajang inagurasi mahasiswa baru  yang sudah dilaksanakan beberapa tahun belakangan, serta perkenalan setiap organisasi mahasiswa (Ormawa) juga disebutkan menjadi proker departemen Mikat. Sebagai ajang pentas seni FEB, Sophomore (Sound Photography and More) turut menjadi rangkaian acara yang dimiliki BEM FEB 2016 ini.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, BEM memiliki inovasi baru dalam penyusunan proker. E-fution disebutkan sebagai program terobosan baru. Menurut Sayoga, kegiatan ini sebenarnya telah diagendakan sejak tahun lalu, namun karena adanya berbagai kendala menyebabkan harus ditundanya kompetisi futsal ini. BEM telah menjadwalkan E-fution akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 . Guna mensukseskan acara tersebut, BEM bekerjasama dengan Unit Pelaksana Tugas (UPK) Bola FEB.

Publikasi

Melihat padatnya jadwal kegiatan BEM, hingga saat ini sudah terdapat beberapa proker yang mulai dipublikasikan kepada mahasiswa. Dimulai dari acara Dies Natalis pada bulan Maret. Acara yang digawangi oleh pihak Dekanat ini bekerja sama dengan BEM dan merangkul beberapa UPK dalam pelaksanaannya. Selain itu, kompetisi olahraga Ecochamp yang akan diselenggarakan bulan Mei 2016 mendatang juga telah dipublikasikan. Namun, masih terdapat juga program kerja bidang Mikat yang belum dipublikasikan oleh pihak BEM mengingat waktu pelaksanaan yang masih cukup lama. Proker tersebut diantaranya adalah Ecocar yang akan dilaksanakan saat inagurasi dan penyambutan mahasiswa baru 2016 serta Sophomore yang sebenarnya merupakan ajang inagurasi mahasiswa baru dalam kemasan yang lebih megah.

Kerjasama

Tidak kalah dengan Departemen Mikat, Departemen Ekonomi Bisnis (Ekobis) yang merupakan departemen baru dibawah pimpinan Irfan Priambodo juga memiliki proker yang siap diluncurkan. Bergerak di bidang bisnis dan kewirausahaan, departemen Ekobis akan bekerjasama dengan Kelompok Mahasiswa Wirausaha (KMW) untuk beberapa prokernya. Kerjasama ini dapat tercipta karena pada dasarnya kedua Ormawa tersebut membahas bidang yang sama. “Ada beberapa proker yang kerjasama sama KMW soalnya mereka itu ehmm apa ya antara Ekobis BEM dan KMW itu istilahnya hampir sama lah bidang nya gitu tentang kewirausahaan,” ujar Sayoga. Salah satu proker yang dimiliki oleh departemen Ekobis BEM FEB adalah acara Workshop Business Plan.

Mengenai proker BEM FEB yang dulunya dikenal sebagai Desa Binaan dengan melakukan bakti desa, di Desa Gemawang, Sayoga menjelaskan bahwa ada banyak kendala dalam pelaksanaannya (Desa Binaan – red), seperti kendala dalam hal transportasi, biaya, dan akses menuju Desa Gemawang itu sendiri. Maka pada kepengurusan BEM FEB 2016 muncul kebijakan baru mengenai program kerja desa binaan. Sayoga menjelaskan bahwa program kerja tersebut tahun ini tidak akan diberhentikan namun, akan diganti menjadi program kerja bernama Pengabdian Masyarakat. Departemen Kesejahteraan Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakatlah yang akan menaungi proker tersebut. Pengabdian masyarakat itu sendiri, nantinya akan membidik sebuah desa bernama Desa Jabungan untuk dibina menggantikan Desa Gemawang pada program kerja desa binaan tahun lalu.

Mengenai gambaran dari proker tersebut, Sayoga menjelaskan bahwa, nantinya akan ada beberapa mahasiswa yang ditugaskan untuk menginap selama beberapa hari serta membina masyarakat di desa tersebut. Seperti memberikan bantuan pendidikan dalam hal mengajar teruntuk anak-anak Desa Jabungan, membantu masyarakat dalam bercocok tanam. “Mungkin kita membantu masyarakat – masyarakat yang di Desa Jabungan tersebut entah itu apa mengasih pelajaran ke anak – anak kecilnya, atau kita disana bercocok tanam bersama – sama seperti itu sih mbak gambaran besarnya,” ujar Sayoga.

Sehubungan dengan adanya beberapa proker baru di kepengurusan BEM FEB tahun ini, seperti proker Pengabdian Masyarakat yang sudah dijelaskan diatas, Sayoga menjelaskan tentang adanya beberapa kendala dalam penyusunannya. Diantaranya susah untuk mencari desa yang akan dibina sampai masalah perizinan kepada kepala desa setempat. Diakui Sayoga, walaupun ada beberapa kendala dalam penyusunan proker tersebut namun,proker tersebut sudah tercatat dalam daftar proker BEM FEB 2016. “Harapan keseluruhannya sih ya mudah – mudahan semua dilancarkan apalagi  yang berhubungan dengan pihak eksternal seperti itu,” ujar Sayoga.

Tanggapan

Mahasiswa FEB sendiri saat ditanyai pendapat dan pengetahuanya tentang proker BEM FEB 2016 mengapresiasi dengan baik. Khisnun Baani, mahasiswa Manajemen angkatan 2014, menjelaskan bahwa proker-proker BEM tahun ini sebagian besar sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Kinerja BEM FEB untuk mewujudkan proker tersebut pun dinilai Khisnun Baani sudah baik terlebih dengan adanya beberapa inovasi baru dalam proker tersebut seperti pada proker pengabdian masyarakat. “Ya khususnya sih kalo menurut saya ini aja sih partisipasinya buat mahasiswa, karna kan mahasiswa ekonomi agak kurang dalam ikut berpartisipasi dalam kegiatan – kegiatan ini gitu, paling itu aja sih ikut berpartisipasi itu lebih baik gitu,” tutupnya. (nw)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *