Benih Muda Penggerak Roda Bangsa

dias-wahyu-rawikarani

     Indonesia memang telah merdeka 71 tahun lamanya, namun tak dipungkiri sang Macan Asia ini masih belum mampu menunjukkan taringnya ke mata Dunia. Hal tersebut bisa jadi dikarenakan masih banyak “musuh” di negeri ini. Kita memang saat ini tidak sedang  menghadapi “Musuh Nyata” perang fisik dengan Negara lain seperti Korea Selatan menghadapi Korea Utara. Sesungguhnya kita saat ini sedang menghadapi “Musuh Negara Indonesia” seperti Kemiskinan, Narkoba, Ideologi Radikal dll, termasuk perlambatan perkembangan ekonomi yang kurang menggembirakan dan berpotensi seperti Krisis Tahun 2008.

     Musuh-musuh itulah yang membuat Indonesia seakan-akan “mati suri” dan sulit berkembang menjadi negara maju. Roda pergerakan bangsa indonesia seolah terhenti akibat seabrek masalah yang mulai menggoyahkan kedaulatan bangsa. Keadaan seperti ini tentu tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Perlu adanya perhatian serius jika ingin masa depan Indonesia cerah di kemudian hari. Memanfaatkan potensi yang ada bisa menjadi langkah awal yang baik untuk menggerakkan roda bangsa Indonesia.

     Menilik potensi yang dimiliki, bukan hal yang tidak mungkin Indonesia menjadi negara adidaya. Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya alam hayati yang berlimpah ruah sehingga dikenal sebagai negara Megabiodiversity.  Sumber daya alam yang berlimpah tidak akan banyak artinya tanpa kesiapan sumber daya manusia. Sumber daya manusia adalah jumlah penduduk usia produktif yang ada di sebuah negara. Sumber daya manusia menjadi modal yang sangat penting dalam pembangunan.

     Indonesia sendiri diprediksi akan mendapatkan bonus demografi mencapai 70% di tahun 2020-2030. Bonus Demografi adalah suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedang proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak.

     Dengan adanya keuntungan populasi penduduk Indonesia dengan Usia Produktif yang mencapai 70% dari total penduduk Nasional. Sudah seharusnya generasi muda di Indonesia mampu menjadikan negara Indonesia menjadi lebih baik dibanding negara lain, karena negara kita memiliki usia produktif yang lebih unggul. Hanya saja dengan lebih banyaknya jumlah kaum muda harus disertai dengan pendidikan berkualitas dan pengembangan potensi khusus untuk kaum muda Indonesia agar mampu menyaingi kaum muda dari berbagai negara lainnya.

     Tak kalah penting dari pendidikan, rasa cinta pada tanah air Indonesia juga perlu ditumbuhkan pada jiwa kaum muda Indonesia. Tentu menjadi hal yang sia-sia ketika para generasi muda yang telah dididik sedemikian baik dengan harapan nantinya dapat membangun Indonesia tetapi malah memilih mengabdikan ilmunya untuk negara lain. Hal itulah yang menjadikan Kesadaran bela negara dibutuhkan untuk membangun karakter setiap individu Indonesia agar tetap setia mengabdi pada negaranya.

     Bela negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer atau militerisme, seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak pada Tentara Nasional Indonesia (TNI) Padahal berdasarkan pasal 30 UUD 1945, bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Republik Indonesia. Bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadap ancaman baik dari luar maupun dalam negeri.

     Pada zaman dahulu sebelum kemerdekaan ditegakkan di negara Indonesia, peranan para mahasiswa dan para generasi muda Indonesia sangat penting untuk kemajuan bangsa. Khususnya untuk terselenggaranya kemerdekaan bangsa ini. Zaman sudah berubah, namun perjuangan untuk memajukan bangsa belum usai. Menunjukan semangat dan sikap bela negara tidak hanya dilakukan melalui peperangan yang menghasilkan kemerdekaan saja, akan tetapi dapat ditunjukan dengan menampilkan perilaku-perilaku yang sesuai dengan kerangka ideologis dan konstitusional bangsa indonesia dalam mengisi kemerdekaan indonesia.

     Ibaratkan kaum muda indonesia seperti benih muda. Ketika para petani mampu merawatnya dengan baik, memberi asupan air dan pupuk yang pas serta sinar matahari yang cukup tentu benih-benih muda tersebut akan tumbuh kuat dan indah seperti yang kita inginkan. Hal tersebut jugalah berlaku untuk para generasi muda. Bagaimanapun, generasi muda adalah kader bangsa yang harus dibina dengan segala bentuk pendidikan, baik pendidikan kejiwaan (psikologi) sampai pendidikan politik. Bekal didikan yang baik dan berkualitas menjadi kunci utama lahirnya generasi muda bertalenta yang diharapkan akan menggerakkan roda bangsa yang sedang terhenti ini.

SAMSUNG CSC

Dias Wahyu Rawikarani

Mahasiswa Akuntansi 2015, Universitas Diponegoro

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *