Bijak Berinvestasi di Usia Muda

PicsArt_03-17-09.46.52

FEB Undip (17/3) – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam (HMPS EI) bekerjasama dengan Pegadaian menyelenggarakan seminar nasional bertemakan Bijak Berinvestasi di Usia Muda yang bertempat di Hall Gedung C lantai 4 FEB Undip. Acara ini dibuka oleh Amie Kusumawardhani selaku Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan dilanjutkan oleh sambutan yang disampaikan oleh Damar selaku perwakilan dari Pegadaian.

Materi inti yang bertajuk bijak berinvestasi di usia muda disampaikan oleh Safir Senduk selaku Indonesian 1st Financial Planner. Ia memaparkan bahwa profesi apapun baik itu karyawan, pengusaha, maupun professional tidak menentukan banyaknya jumlah kekayaan yang dimiliki seseorang. Secara umum, profesi apapun penghasilannya akan terbatas oleh kondisi fisik orang tersebut. Banyak sedikitnya kekayaan seseorang akan diperoleh dari banyaknya jumlah investasi yang dimiliki. Seseorang harus pandai dalam mengatur keuangannya dalam berinvestasi,.

Safir juga memaparkan bahwa karakter seseorang juga dapat mempengaruhi bagaimana orang tersebut mengelola kekayaan yang ia miliki. Otak kiri bekerja menggunakan logika, sementara otak kanan bekerja menggunakan insting. Walaupun demikian, otak kiri dan otak kanan sama-sama memiliki peran yang penting dalam mengatur keuangan. Hanya saja yang harus diperhatikan ialah kapan sebaiknya menggunakan otak kiri dan kapan menggunakan otak kanan.

Investasi dibagi menjadi dua jenis jika dilihat dari pendapatan yang dihasilkan. Jenis pertama ialah investasi fixed income yang memberikan pertambahan pendapatan tetap seperti deposito, obligasi, dan sukuk. Jenis kedua ialah investasi growth income yang memberikan pertambahan pendapatan yang dapat berkembang seperti saham, reksadana dan unit link, valuta asing, emas, dan properti. Safir memberikan tips jika ingin membeli saham. “Janganlah fokus pada trading tetapi fokus lah pada pembagian devidennya,” ujar Safir. Selain itu, sektor investasi yang menjanjikan melingkupi barang konsumsi, infrastruktur, dan perbankan.

Sebagai penutup, Pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1973 ini memaparkan bahwa perubahan digit investasi dibagi menjadi moderat (perubahan satu digit), ganas (perubahan dua digit), dan hiper (perubahan tiga digit). Ada baiknya dalam berinvestasi juga memperhitungkan siklus ekonomi yang sedang terjadi apakah sedang ekspansi atau sedang resesi. Terakhir, Safir mengimbau agar kaum muda segera memulai untuk berinvestasi.

Reporter: Cynthia Farah Sakina

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *