Bisnis Tak Hanya Soal Untung Rugi, Tapi Juga Urusan Surga Neraka

FEB (18/4) – Bekerjasama dengan Komunitas Yuk Ngaji, KSEI FEB Undip gelar kajian ekonomi Islam bertajuk Bisnis Tidak Hanya Untung Rugi Tapi Juga Urusan Surga Neraka di Masjid At-taqwa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Acara yang dimoderatori oleh Muhammad Ubaidillah ini dimulai dengan pemutaran video perbandingan ekonomi Islam dan kapitalis. Video tersebut juga menjelaskan bagaimana cara menghidupkan ekonomi Islam, yaitu dengan menghindari riba dalam setiap kegiatan ekonomi, menjadikan zakat infaq sadaqah sebagai kebutuhan, mendakwahkan ekonomi Islam, dan terakhir berdoa.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Singgih Saptadi, dosen Teknik Industri Undip, mengenai kewajiban bermuamalah sesuai syariat Islam. Sering orang mendefinisikan bahwa bisnis Islam itu diawali dengan bismillah, tidak ada kecurangan, dan ditutup dengan keridhaan. Akan tetapi, muamalah dalam ekonomi Islam tidak hanya sebatas itu. “Pernah suatu saat ada seorang ibu-ibu yang bertanya kepada saya,” ujar Singgih memulai ceritanya. “Ibu itu bertanya : Pak kan saya sudah menzakatkan penghasilan saya. Sisanya saya tabung dan dapat bunga. Apakah bunga itu juga diharamkan? Saya pun menjawab, tentu itu haram karena bunga sudah jelas adalah riba. Antara riba dan zakat berbeda jadi tidak bisa dikaitkan. Bunga bank tersebut jangan diartikan atas imbalan karena sudah berzakat,” lanjut Singgih. Singgih juga menambahkan bahwa orang yang memakan riba jalannya seperti kemasukan setan dan apabila dalam suatu sistem perekonomian terdapat riba, maka akan terjadi kegoncangan.

Materi kedua disampaikan oleh Presiden KSEI FEB Undip, Feisal Ardi, mengenai kewajiban bermuamalah sebagai seorang mahasiswa. Pada awal paparan, Feisal menjelaskan mengenai etika ekonomi Islam yang mana tidak diperbolehkan adanya pemisahan antara urusan dunia dengan akhirat. “Perlu diketahui bahwa tidak terpisah antara urusan dunia dan akhirat,” jelas Feisal.

Feisal pun menambahkan bahwa syariah (aturan-aturan) dibagi menjadi dua yaitu ibadah dan muamalah. Ibadah adalah semua yang tidak boleh dilakukan kecuali diperintahkan, sementara muamalah semua boleh dilakukan kecuali yang dilarang. Boleh disini dimaksudkan bukan boleh yang seenaknya tetapi tetap memperhatikan syariat Islam yang ada.

Sesi kajian pun berlanjut ke sesi talkshow dan tanya jawab. Setelah kajian usai, para peserta kajian melanjutkan dengan bersilaturahmi antar peserta dan shalat dzuhur berjamaah.

Reporter : Ari Nugroho

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *