Career Sharing Session: How to Face Life After Graduation

FEB Undip (15/5) – Bertempat di Hall Gedung C lantai 4 FEB Undip, BEM FEB Undip menggelar acara Career Sharing Session (CSS). CSS merupakan salah satu acara bagi mahasiswa khususnya FEB Undip yang bertujuan memberi gambaran tentang kehidupan setelah lulus.
Dalam acara tersebut menghadirkan beberapa pembicara yang diantaranya adalah Iriyanto Hutagaoul, Direktur Utama PT. Perkebunan Indonesia IX, lalu ada Dea Murty, Owner Nusantara Jati Export Furniture Company, dan Nurul Syahadatin yang merupakan Corporate Relations Manager Undip Career Center.
Selain CSS tahun ini mengusung tema ‘How to Face Life after graduation’ yang maksudnya adalah bagaimana mahasiswa menghadapi kehidupan setelah kelulusan karena masih banyak mahasiswa yang bingung setelah lulus akan melakukan apa, “Aku samain tema ini supaya sinkron sama masalah yang sedang mahasiswa hadapi tersebut,” tukas Taufik Kurnia selaku Ketua Panitia CSS.
CSS dibuka dengan sambutan dari Taufik. Dalam sambutannya, Taufik mengutarakan bahwa diadakannya CSS ini bertujuan untuk meyakinkan pilihan mahasiswa setelah lulus apakah untuk menjadi pengusaha, pekerja atau berwirausaha. “Tujuannya untuk bisa memantapkan peserta untuk memilih jenjang pekerjaan mahasiswa,” jelas Taufik.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sharing oleh para pembicara. Nurul mengungkapkan bahwa banyak lulusan Undip yang masih kurang memiliki beberapa kriteria untuk memasuki perusahaan. Kriteria tersebut diantaranya percaya diri yang kurang, softskill, kemampuan dalam berdiskusi dan hal lainnya. “Padahal perusahaan membutuhkan pekerja yang memenuhi kriteria tersebut,” ujar Nurul.
Kemudian Dea sebagai businessman muda menjelaskan bahwa jika ingin berbisnis harus siap menghadapi masalah apapun dan bukannya menghindar atau mengabaikannya. ”Sesuai dengan prinsip kapitalis, dimana yang kuat dia yang akan menang”. Dea juga mengungkapkan bahwa mahasiswa perlu meningkatkan kapasitas dalam diri mereka yaitu ada tiga integritas, reputasi dan jaringan, karena mereka akan mendapatkan imbalan yang sesuai dengan apa yang mereka bangun.
Iriyanto juga menjelaskan bahwa mahasiswa yang sudah lulus nanti harus dapat meyakinkan perusahaan untuk dapat menerima mereka. “Yakinkanlah perusahaan dengan apa yang sudah kamu kerjakan seperti magang atau internship,” jelas Iriyanto. Menurutnya dengan menunjukan apa yang sudah dikerjakan, perusahaan akan berpikir bahwa mereka sudah ada pengalaman dalam bekerja walaupun hanya sebentar.
CCS ditutup dengan penyerahan plakat dari panitia kepada para pembicara. Taufik berharap mahasiswa yang mengikuti acara ini bisa mengetahui jenjang apa yang akan ditempuh setelah lulus nantinya. “Agar bisa fokus ke depannya ingin menjadi pengusaha, pekerja, atau wirausaha,” tutupnya.
Reporter : Jessica Rahma S. A dan Nia Hantari

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *