Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Tutup Rangkaian Kampanye Pemira 2015

1450108551081

Undip (14/12) – Layaknya Pemilihan Umum untuk memilih presiden, Pemilihan Raya (Pemira) Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip juga diwarnai dengan debat terbuka. Debat terbuka ini merupakan rangkaian kampanye terakhir sebelum masa tenang. Dimulai pukul 13:57, debat yang bertempat di Student Center Undip ini diawali dengan pemaparan visi-misi oleh masing-masing calon. Berani Berkarya, Beraksi, Menginspirasi untuk Undip dan Indonesia menjadi slogan pasangan nomor urut satu yaitu Hafiz-Eko. Sedangkan pasangan Fawaz-Luthfi mengusung slogan Semangat Undip untuk Indonesia dan ASEAN.

Debat dilanjutkan dengan sesi penajaman visi dan misi. Eko Siswanto sebagai calon wakil ketua pasangan nomor urut satu memaparkan visi dan misi tanpa didampingi rekannya, Hafiz Darus, dikarenakan kesibukan dengan Pembantu Rektor III. Para calon diberi kesempatan untuk menjelaskan mengenai visi dan misinya lebih dalam melalui sesi tanya jawab dengan panelis. Agung Priambodo selaku salah satu panelis, memberikan pertanyaan beropsi bagi kedua pasang calon. Agung bertanya mengenai bagaimana kedua pasang calon membawa anggota BEM nantinya.

Pasangan nomor urut dua menjawab terlebih dahulu dengan memilih bus sebagai perumpamaan. Menurut mereka, mungkin saja memberhentikan anggota jika tidak sejalan lagi dengan visi dan misi organisasi. Sedangkan calon nomor urut satu memilih pesawat sebagai perumpamaan. Ia menganggap organisasi sebagai satu keluarga. Jika terdapat anggota yang tidak sejalan maka perlu diluruskan, bukan diberhentikan.

Sesi tanya jawab oleh panelis dibuka dengan pertanyaan dari Tyo selaku ketua Komisi IV Senat Mahasiswa Undip. Tyo bertanya mengenai status Undip yang akan berubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) dan proses pemilihan Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa. Kedua pasang calon sependapat jika perlu adanya pemilihan dalam menentukan MWA Unsur Mahasiswa. Debat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antar calon ketua dan wakil ketua BEM Undip.

Menurut salah satu peserta, Wulaida Zuhriana, debat terbuka ini membuat mahasiswa lebih mengerti dan memahami visi-misi kedua calon. Mahasiswi jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan ini menganggap acara ini juga cukup menarik. Meskipun demikian, ia menilai bahwa partisipasi dari mahasiswa Undip sendiri masih kurang. Hal ini terlihat dari tidak adanya pertanyaan oleh mahasiswa saat sesi tanya jawab, serta minimnya mahasiswa yang datang selain  perwakilan lembaga pers. (nw)

Reporter : Herdini, Anum

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *