Debat Timses Capres-Cawapres 2014

Undip (18/6) – BEM KM Undip bekerjasama dengan Poltracking Institute menyelenggarakan Dialog Kepemimpinan bersama Tim Sukses (Timses) Capres-Cawapres Indonesia 2014 pada Rabu (18/6). Acara yang dikemas dengan konsep bedah visi misi dan rekam jejak ini mengusung tema pembangunan demokrasi, pemerintah yang bersih, dan kepastian hukum.

Debat bertempat di Gedung LPPU Undip dan dibuka secara simbolis oleh Warsito, Pembantu Rektor III Undip. Dimeriahkan pula dengan penampilan Studio8, UPK Tari FKM Undip. Hadir sebagai narasumber, Tantowi Yahya (juru bicara tim kampanye Prabowo-Hatta) dan Ferry Mursyidan Baldan (juru debat nasional Joko Widodo-Jusuf Kalla) serta Hanta Yuda yang bertindak sebagai moderator.

Moderator memulai dialog dengan bertanya kepada narasumber baik dari poros Prabowo-Hatta maupun Jokowi-Jusuf Kalla mengenai tiga kelebihan lawan. “Bersahaja, polos, dan orang Jawa,” tukas Tantowi menggambarkan figur Jokowi. Sedangkan Ferry mendeskripsikan Prabowo sebagai sosok yang disiplin, keras, serta suka binatang. Tidak hanya dua narasumber tersebut yang menjadi pusat perhatian namun terdapat pula tiga orang panelis yang menguji materi dari kedua kubu tersebut, yakni Warsito, Subekti (Guru Besar Fakultas Hukum Undip), serta Taufiq Aulia Rahmat (Presiden BEM KM Undip).

Memasuki acara inti, moderator mempersilahkan Tantowi Yahya dan Ferry Mursyidan Baldan untuk memaparkan visi misi pasangan yang diusung keduanya. Tantowi Yahya menjelaskan tiga visi dari Prabowo-Hatta yakni menetapkan negara yang stabil, menciptakan kesejahteraan yang merata, dan keadilan bagi seluruh rakyat. Sedangkan Ferry memaparkan visi dari Jokowi-Jusuf Kalla yaitu kewajiban negara, memperkokoh sendi ekonomi, dan sikap mental toleransi.

Selanjutnya dilakukan uji materi oleh para panelis dengan cara memberikan pertanyaan kepada para narasumber. Diakhir uji materi oleh panelis, Taufiq sempat melontarkan pertanyaan kepada kedua tim, “apakah siap jika salah satu kubu menang, lalu jika sudah melewati 100 hari jabatannya melakukan diskusi dengan kawan-kawan mahasiswa?”. Kedua kubu dengan tegas dan lantang menjawab “siap”.

Setelah uji materi oleh panelis, baik Tantowi maupun Ferry diberi kesempatan untuk melontarkan pertanyaan kepada kubu lawan. Pun para peserta dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaan kepada Tantowi dan Ferry. Pertanyaan yang dilontarkan peserta ialah seputar electronic government, pemekaran wilayah, program yang baik menurut kubu lawan, serta kebaikan asing yang akan dimanfaatkan oleh para calon presiden nanti untuk menarik investor.

Sebelum acara ditutup, moderator memberikan pertanyaan terakhir kepada kedua poros tim mengenai tiga sifat buruk dari capres dukungan mereka. Tantowi langsung menjawab, “terlalu ganteng, terlalu tegas, dan dia tidak punya istri”. Sedangkan Ferry mengatakan bahwa Jokowi terlalu lugu, keras kepala, dan bergerak cepat. (nq)

Reporter: Nungky Dwinurtanto dan Olwan Zakki F.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *