Tabligh Akbar dan Tasyakuran Warnai Rangkaian Dies Undip

IMG-20151128-WA0001

Undip (27/11) – Dalam rangka Dies Natalis Undip ke-58, UKM Rebana Undip mengadakan tabligh akbar dan tasyakuran pada pukul 19.30. Bertempat di Masjid Kampus Undip, tabligh akbar ini mengambil tema “Meneladani Keulamaan Pangeran Diponegoro untuk Menjadi Insan Cerdas Berkarakter”. Acara ini dihadiri oleh Yos Johan Utama selaku Rektor Undip, Al Habib Umar Muthohar, serta grup rebana dari pondok pesantren Kyai Galang Sewu yang mengiringi jalannya acara. Sebanyak 252 orang dari kalangan mahasiswa Undip maupun dari masyarakat umum mengikuti acara tabligh akbar dan tasyakuran tersebut. Tabligh akbar dan tasyakuran ini diadakan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya sivitas akademika Undip untuk berdoa dan bersyukur.

Ahmad Syarifudin selaku ketua Panitia acara menjelaskan bahwa latar belakang diadakannya acara ini untuk memperingati Dies Natalis ke-58 Undip. Selain itu acara tabligh akbar dan tasyakuran ini merupakan program kerja Rebana Diponegoro University (ReaDy). “Acara tabligh akbar dan tasyukuran ini sebenarnya merupakan proker (program kerja-red) dari Rebana Diponegoro University (ReaDy). Kita juga ingin memasukkan acara kita ini di peringatan Dies Natalis Undip, jadi niat kita itu selain sebagai proker, ingin masuk dalam Dies Natalis dan juga ingin mengadakan pengajian itu,” ujar Ahmad Syarifudin

Panitia menargetkan peserta yang datang sebanyak 1000 orang karena acara ini merupakan rangkaian Dies Natalis. Walaupun belum mencapai  target, Ahmad Syarifudin mengaku puas akan pelaksanaan tabligh akbar dan tasyakuran ini. Kedepannya, Ahmad Syarifudin berharap agar penyelenggaraan acara UKM rebana (ReaDy) setiap tahunnya menjadi lebih baik.

Acara tabligh akbar dan tasyakuran ini mendapat tanggapan positif dari peserta yang datang. Salah satunya Irfan, mahasiswa Fakultas kedokteran. Ia mengatakan acara tersebut memiliki kesan sendiri bagi dirinya. “Acaranya bagus, karena tidak hanya pengajian saja tapi Al Habib yang mengisi acara lucu, sehingga saya merasa tehibur,” ungkap Irfan. Irfan juga berharap agar antusiasme mahasiswa pada tabligh akbar dan tasyakuran yang akan datang dapat lebih meningkat. (nw).

Reporter : Tio, Rismanto

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *