Dika Fadlika, Mahasiswa FEB yang Menjadi Delegasi Indonesia di Vietnam

Jateng tribun news
Dika Fadlika saat diumumkan menjadi Kenang Semarang 2015 (sumber: Tribun Jateng)

FEB Undip (16/3) ― Kabar membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip. Dika Fadlika, Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan (IESP) 2012, menjadi delegasi bagi Indonesia dalam acara Asean Youth Friendship Network yang diselenggarakan di Vietnam. Acara ini bertujuan untuk saling mengenalkan dan menyambung hubungan antarnegara di ASEAN. Terdapat 7 hingga 8 program yang akan diemban Dika selama berada di Vietnam. Salah satunya adalah diskusi dengan beberapa Kedutaan Besar Negara ASEAN mengenai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan bagaimana peran pemuda menyambut hal tersebut.

Asean Youth Friendship Network ini menyaring 230 orang dari seluruh Indonesia. Setelah melalui dua tahap selama satu bulan, Dika menjadi salah satu dari 22 peserta yang lolos seleksi. Salah satu tahapnya adalah presentation class, dimana tahap tersebut peserta dituntut untuk mempresentasikan hal yang temanya ditentukan sendiri. Dika mengangkat tema Cyber Bullying yang menurutnya berdampak pada perdamaian dunia. “Kebetulan saya ingin mengangkat mengenai cyber bullying dan khususnya pada perdamaian dunia. Dimana sekarang akses internet yang ada itu sangat bebas, sangat free,” ungkap Dika. Alasan lain mengapa Dika mengangkat tema tersebut karena Cyber Bullying dapat berdampak buruk bagi masa depan generasi muda.

Diberlakukannya MEA menjadi salah satu motivasi Dika untuk mengikuti acara ini. Dika juga memiliki misi tersendiri dalam mengikuti acara ini, yaitu untuk mengenalkan budaya yang dimiliki Indonesia kepada masyarakat Vietnam dan ASEAN.

Dika memilih Vietnam karena menurutnya Vietnam adalah salah satu negara yang memiliki jumlah produksi beras terbesar di ASEAN. Oleh karena itu, Dika lebih tertarik untuk mengenal Vietnam lebih dalam mengenai pemerintahan, regulasi, dan juga kebudayaan di Negara tersebut. Sedikit demi sedikit Dika melatih public speaking-nya dalam bahasa Vietnam, agar dapat berkomunikasi lancar selama di sana. Lanjut Dika, di Vietnam nanti akan ada sebuah acara yang bertajuk Indonesian Culture, dimana Budaya Indonesia akan disajikan dalam satu acara. Rencananya Dika akan menampilkan sebuah Tarian Khas Jawa Tengah, yaitu Tarian Batik Semarangan.

Dika menilai pihak fakultas dan universitas telah banyak membantunya untuk bisa mengikuti acara ini. Dika juga sedang berusaha untuk membicarakan dengan pihak rektorat mengenai sertifikat yang bertaraf Internasional. Artinya, apabila ada mahasiswa yang berprestasi di taraf Internasional akan dapat meningkatkan akreditasi Universitas. “Sedang dibicarakan. Jadi memang Undip sendiri  pada tahun 2015 hingga 2016 sedang mencari sertifikat untuk bertaraf internasional. Artinya mahasiswa yang berprestasi di tingkat internasional bisa meningkatkan akreditasi universitas itu sendiri,” jelas Dika. Ia telah menemui Pembantu Rektor III untuk membicarakan hal ini.

Dika mengungkapkan bahwa hambatan terbesar yang ia alami adalah manajemen waktu. Hal ini terjadi karena pada saat yang bersamaan, Dika sedang menjabat sebagai Duta Pariwisata Kota Semarang yang akhir-akhir ini sedang banyak acara. Sehingga harus membagi waktu di antara keduanya.

Terakhir, mahasiswa yang sedang menjabat sebagai Kenang Semarang 2015 ini berpesan kepada mahasiswa untuk meningkatkan pengalaman dan daya saingnya. “Kemudian dengan ikut seleksi dan ikut kompetisi jadi bisa meningkatkan daya saing. Tidak hanya menjadi mahasiswa kuliah dengan sedikit pengalaman,” tutup Dika.

Reporter : Fana, Rismanto

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *