Dirut BI Kupas Tuntas Perekonomian Indonesia

FEB Undip (28/5) – Lesunya perekonomian Indonesia dipengaruhi oleh beberapa indikator, seperti pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, naiknya tingkat pengangguran, nilai tukar rupiah terhadap dolar yang tak kunjung menguat, dan tingginya inflasi. Hal tersebut mendorong Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) IESP adakan Diskusi Rutin Bersama Dirut BI dengan topik “Lesunya Perekonomian Indonesia”. Indah Prihastuti selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya Dirut BI ini adalah untuk membuka wawasan seluruh mahasiswa IESP agar terlatih untuk berpikir kritis, analitis, dan rasional, serta agar mahasiswa IESP khususnya berani menyampaikan pendapat  dan analisis mereka secara langsung .

Acara diadakan di PKM lantai 2 dengan menghadirkan Nugroho SBM sebagai pembicara. Ia menyampaikan bahwa penyebab melambatnya perekonomian Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik domestik maupun global. Selain itu, ia juga menjelaskan mengenai kebijakan yang dapat digunakan untuk mengatasi perlambatan ekonomi yakni menjaga daya beli masyarakat dengan cara menjaga inflasi tetap rendah, memperpendek rantai distribusi barang dari produsen ke konsumen, mendorong kegiatan-kegiatan ekonomi kreatif, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta mempercepat pencairan dana APBN.

Menurut Indah, animo mahasiswa IESP khususnya angkatan 2014 tergolong baik, hal tersebut terlihat dari keseriusan mereka saat mendengarkan paparan materi serta saat berdiskusi seputar topik yang dibicarakan. “Dirut ini sangat membantu sekali karena diskusi rutin ini  adalah diskusi yang dibahas oleh dosen kita sendiri yaitu Pak Nugroho serta ada juga tanggapan-tanggapan dari teman-teman kita jadi menambah pengetahuan tentang lesunya perekonomian Indonesia,” ungkap Rafika (IESP 2014) selaku peserta. Rafika mengungkapkan bahwa sebaiknya diskusi rutin bersama IESP dilaksanakan secara berkala karena penting untuk menambah wawasan mahasiswa tentang  perekonomian Indonesia. “Harapan untuk dirut selanjutnya mungkin materinya lebih diperbanyak dari pembicaranya  soalnya tadi agak sedikit jadi bahasannya mungkin yang dibahas tadi itu kurang luas,” tambahnya. Senada dengan Rafika, Indah juga mengungkapkan hal serupa terkait harapan ke depannya. “Untuk diskusi rutin bersama IESP yang kedua mungkin persiapannya mulai pembelajaran dari diskusi rutin yang pertama, jadi kalau aku sih kepikirannya mau dibuat panel dengan beberapa pembicara baik dari dosen maupun mahasiswa yang sudah pintar analisis  agar lebih menarik,” pungkas Indah.

Reporter : Gracye Atriana Pane

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *