Diskusi Kewirausahaan Inspirasi Mahasiswa Berwirausaha

FEB Undip (18/6) Laboratorium Manajemen, Klinik Kewirausahaan, dan Inkubator Bisnis FEB Undip bekerjasama dengan Kelompok Mahasiswa Wirausaha (KMW) FEB Undip gelar Diskusi Kewirausahaan pada Rabu (18/6). Bertempat di Hall Gedung C FEB Undip, diskusi kewirausahaan ini menghadirkan Indriati, owner Basilia Café’ n dine.

Acara dibuka oleh Rizal Hari Magnadi, Staf Ahli Pembantu Dekan III FEB Undip dan dipandu oleh Resti sebagai moderator. Dalam diskusi, Indriati menceritakan pengalamannya dalam membangun Basilia Café’ n dine. Sebelum membuka usaha kuliner, Indiarti pernah menjalankan usaha furniture yang hingga saat ini masih berjalan di Kawasan Industri Candi. Di usaha ini Indiarti menjadi pemilik saham, sedangkan temannya menjalankan usaha tersebut. Indiarti mulai membuka usaha kuliner dengan mengusung tema healty food pertama di Semarang.

Pada mulanya, Basilia Café’ n dine bertempat di Java Mall dengan modal seratus juta rupiah dari bank dan tujuh puluh juta rupiah dari tabungan pribadi. Masakan-masakan di Basilia terbuat dari bahan-bahan organik dan bebas dari MSG atau penyedap makanan. “Kami hanya memasak masakan segar, harap bersabar semuanya dikomunikasikan secara terus-menerus kepada konsumen,” tegas Indriati.  Basilia sangat minim dalam hal periklanan dan hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Meskipun begitu, Basilia mampu berkembang.

Indriati menyatakan, ia sempat ditawari untuk membuka cabang di Jakarta dengan nominal investasi 23 milyar rupiah. Namun, Indriati melihatnya bukan sebagai peluang tetapi sebagai pujian semata karena menurutnya sesuatu harus berkembang secara normal.

Dalam mencari sumber daya manusia untuk menjalankan usaha kulinernya, Indriati membuka lowongan pekerjaan lewat iklan di koran. Ia sangat menekankan komunikasi yang baik dengan para karyawan terkait gaji. “Kita menggaji karyawan secara adil, bukan sesuai pendidikan tetapi kinerja,” ujarnya. Indriati juga mengatakan bahwa ia selalu mengingat pesan dari temannya tentang tiga hal yang harus dimiliki perempuan yaitu sahabat yang baik, pekerjaan atau karier yang baik, dan juga tabungan.

Memasuki sesi tanya jawab, terlihat antusiasme para peserta. Salah satu penanya ialah Dimas (Manajemen 2011) yang menanyakan perihal kepercayaan diantara pemilik dan karyawan. Indriati menjawab bahwa komunikasi menjadi hal yang utama. Para karyawan Indriati diperbolehkan datang ke rumahnya kapan saja. “Bahkan beberapa waktu yang lalu kas kita pernah kebobolan dan aku hanya ingin tau siapa pelakunya. Ya kalau ada yang mengaku masalah dia mau mengembaikannya nyicil ya tidak apa, tidak saya permasalahkan,” jawabnya. Sebelum diskusi berakhir, Indriati berkata bahwa Indonesia memiliki penduduk yang luar biasa besar, untuk itu Indonesia memerlukan para wirausahawan. (nq)

Reporter: Handre Diono dan Dilla Zhafaruna

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *