Diskusi Santai HMD IESP, Kupas Topik Kawasan Kota Industri Sebagai Solusi Pemerataan Ekonomi

FEB Undip (22/03) – Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HMD IESP) menggelar kegiatan “Diskusi Santai”. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 15.00 WIB dan bertempat di Selasar Gedung PKM FEB Undip. Kota industri yang digadang-gadang mampu menjadi solusi pemertaaan ekonomi menjadi topik bahasan diskusi kali ini. Adanya kegiatan ini tidak lain untuk meningkatkan sikap kritis dan kepekaan tentang permasalahan yang ada di Negara Indonesia serta menyatukan pemikiran bersama dalam menghadapi permasalahan yang ada.

Dalam diskusi santai tersebut, turut dihadirkan Maruto Umar Basuki, Akademisi FEB Undip, guna memantik jalannya kegiatan sore itu. Diskusi diawali dengan pembahasan mengenai fenomena kinerja pemerintah saat ini, peningkatan pertumbuhan ekonomi dilihat dari pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product) atau dihitung dari pembangunan kawasan  industri di beberapa wilayah Indonesia. Sebelumnya pemerintah Indonesia pernah menargetkan akan membangun  tambahan kawasan industri. Kawasan industri tersebut akan dibangun dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengimbangi tenaga kerja. Namun kenyataannya, angka pengangguran di Indonesia masih terus meningkat. Lalu muncul pertanyaan tentang kawasan industri yang dijadikan sebagai solusi pemerataan ekonomi.

Menurut Maruto, sifat pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak ada bedanya dengan negara Filipina yang mengenal potensi yang ada dalam negara mereka. Potensi yang ada tersebut dikembangkan melalui peningkatan dalam pendidikan, seperti dengan adanya sekolah vokasi. Dengan peningkatan pendidikan, pertumbuhan ekonomi khusunya dalam bidang industri akan mengalami peningkatan. Selain dalam bidang pendidikan, pemerintah harus berfokus pada pembangunan kawasan industri yang ideal agar menarik minat investor dan dapat bersaing di pasar global untuk keseimbangan wilayah.

Maruto juga beranggapan bahwa pembangunan di daerah-daerah yang mampu menciptakan disintegrasi dapat diatasi dengan komunikasi yang baik. ”Hal itu dapat ditanggulangi dengan komunikasi yang melibatkan banyak pihak dan kebijakan tersebut bergantung dari kegiatan politik dan ekonomi,” jelas Maruto.

Muhammad Farhan, mahasiswa IESP 2015, menilai keberlangsungan kegiatan ini sudah cukup kondusif. Ia juga menyarankan agar tema yang diangkat di diskusi-diskusi selanjutnya merujuk pada persoalan-persoalan yang masih hangat diperbincangkan. “Sarannya, semoga diskusi santai seperti ini ke depannya lebih mengangkat tema persoalan yang masih fresh. Yang masih lekat di pikiran orang-orang”.

Siti Nur Arofah, Ketua Panitia Diskusi Santai, mengutarakan bahwa adanya diskusi ini tidak terlepas dari kendala seperti upaya menarik minat mahasiswa FEB Undip untuk hadir dalam kegiatan tersebut. “Yang utama kendalanya bagaimana menyatukan mahasiswa FEB dari berbagai jurusan agar ikut berpartisipasi dalam diskusi santai ini. Karena kita semua belajar ekonomi dan acara ini memang dibuka untuk mahasisawa FEB tidak hanya mahasiswa IESP saja,” tukas Arofah.

Arofah juga berharap agar ke depannya mahasiswa FEB dapat bersatu menemukan solusi bagi permasalahan-permasalahan yang ada. “Harapan untuk kegiatan diskusi selanjutnya yaitu dalam menghadapi permasalahan selanjutnya, mahasiswa dari berbagai prodi di FEB agar dapat menyatukan pemikirannya untuk menjadi generasi muda yang baik”.

 

Reporter: Anika Fathur, Farah Nailal ‘Azzah

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *