ECOFINSC Kembali Gelar Seminar Banking Education Series Untuk Ketiga Kalinya

FEB Undip (3/11) – Economic Financial Study Club (ECOFINSC) FEB Undip mengadakan sebuah seminar Banking Education Lecturing Series III (BELS) pada hari  Jumat (3/11) yang dimulai  jam 08.00. Acara yang telah dilaksanakan untuk ketiga kalinya ini mengusung tema “Financial Institution”. Bertempat di hall gedung C FEB Undip,acara dibuka dengan sambutan oleh ketua panitia BELS III yaitu Bayu Fajar Rianto. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang  financial institution di Indonesia, serta sebagai pengenalan tentang ECOFINSC  kepada para peserta.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Wisnu Mawardi,selaku pembina  ECOFINSC FEB Undip. Beliau menjelaskan bahwa perkembangan dunia keuangan sangatlah cepat,sehingga dunia kampus perlu menyesuaikan agar setelah  lulus nanti,mahasiswa dapat mengikuti tuntutan dunia kerja.Selain itu,beliau  juga menjelaskan sedikit tentang ECOFINSC kepada para peserta seminar.

Pembicara pada seminar kali ini adalah Bapak Andrian Panggabean yang merupakan Chief of Economist CIMB NIAGA Mengawali acara inti  seminar BELS III, beliau  mengungkapkan bahwa  pentingnya mengetahui prinsip-prinsip dasar keuangan bagi para mahasiswa. Selain itu,beliau  juga mengatakan bahwa hanya sekitar 36% dari seluruh penduduk usia dewasa  Indonesia yang bisa mengakses ke lembaga keuangan,angka itu dinilai sangat rendah bila dibandingkan dengan target  OJK pada 2019 yakni sebesar 75%.Beliau  lalu melanjutkan dengan membahas  solusi untuk  mencapai terget tersebut.Menurut Bapak Andrian,solusinya ialah harus ada fasilitas perbankan di setiap kelurahan maupun kecamatan.Pasalnya,ia menilai bahwa bank-bank di Indonesia masih enggan  membuka fasilitas perbankan  di daerah-daerah terpencil karena khawatir pendapatan yang diperoleh tidak bisa menutupi dari biaya yang dikeluarkan untuk pembukaan fasilitas.Sebagai tambahan  dijelaskan pula tentang fungsi-fungsi financial system kepada para peserta.Selanjutnya,beliau menuturkan  bahwa produk valas yang ditawarkan bank-bank di Indonesia kecil sekali,yakni untuk daerah  Jakarta hanya sebesar 0.07 %.Angka itu masih kalah dengan Bangkok yang mencapai 0,16%. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari para peserta seminar dengan sangat antusias .

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *