Economic Debate Manev 2015, Kritisi Masalah Ekonomi Hingga Kinerja Pemerintahan Jokowi

FEB UNDIP (18/5) – Management Event (Manev) 2015 kembali dilanjutkan pada Senin (18/5) di Dome FEB Undip pada pagi hari tadi. Kompetisi yang diadakan kali ini adalah Economic Debate. Debat Ekonomi diikuti oleh angkatan 2012, 2013, dan 2014 dengan masing-masing mengirimkan dua tim yang beranggotakan tiga orang untuk setiap timnya. Hadir sebagai dewan juri, Mirwan selaku Dosen Manajemen. Isu yang menjadi pokok permasalahan dalam Debat Ekonomi yaitu kenaikan harga minyak, kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA, serta kinerja Jokowi selama delapan bulan pemerintahan.

Mengawali acara, Diba, selaku ketua HMJM memberikan kata sambutan. Kemudian, disusul dengan kata sambutan dari Mirwan. Sebelum memulai debat, MC menjelaskan peraturan-peraturan dan mekanisme yang berlaku. Kompetisi dibagi menjadi tiga babak. Babak pertama merupakan babak penyisihan dimana enam tim bertanding untuk memperebutkan empat kursi menuju babak selanjutnya. Setiap tim dituntut untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan dewan juri pada babak ini. Setelah juri melakukan penilaian, Tim A 2014 dan Tim A 2013 harus mengakui keunggulan tim lainnya dan tidak bisa melanjutkan ke babak berikutnya. Babak selanjutnya, keempat tim yang telah lolos dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pro dan kontra. Tim B 2013 dan Tim A 2012 menjadi kelompok pro, sedangkan Tim B 2014 dan Tim B 2012 merupakan kelompok kontra. Kemudian, Tim B 2013 melawan Tim A 2012 serta Tim B 2014 melawan Tim B 2012, masing-masing memperdebatkan masalah kelayakan pemberian upah kepada buruh Indonesia agar dapat maju ke babak final.

Tim A dan B dari angkatan 2012 berhasil melaju ke grand final. Kedua tim dituntut untuk memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi. Tim B 2012 sebagai tim pro Jokowi berpendapat kondisi Indonesia masih dalam transisi, pemerintahan Jokowi mampu memberikan perubahan yang signifikan dari pemerintahan sebelumnya. Program-program kerja yang pro rakyat dan pemerintah yang berani menjalankan peraturan dengan tegas seperti hukuman mati untuk terpidana narkoba merupakan nilai plus bagi pemerintahan Jokowi. Sementara Tim A 2012 sebagai tim kontra mengatakan bahwa struktur kabinet pemerintah harus diubah, dan Jokowi belum mampu menjalankan tugasnya sesuai ekspektasi yang diharapkan masyarakat.

Babak final ditutup dengan pertanyaan oleh juri kepada kedua tim. Mirwan meminta kepada kedua tim untuk menjelaskan karakter-karakter  dimiliki oleh presiden-presiden Indonesia,  serta karakter seperti apa yang harus dimiliki seorang pemimpin. Kemudian gelar juara pertama pun berhasil diraih oleh Tim B 2012.

Minimnya penonton yang menyaksikan debat dan mundurnya waktu pembukaan acara diakui sebagai kendala yang dihadapi panitia dalam pelaksanaan acara ini. Shintya, salah satu peserta dari Tim A 2014, mengatakan tema yang diangkat juga terlalu luas. “Kekurangannya soal materi. Materinya ekonomi tapi hubungannya lebih ke politik. Harusnya hubungannya lebih ke manajemen,” ujarnya. Peserta lain, yaitu Mangajur dari Tim B 2012 berharap kedepannya acara bisa lebih baik lagi. “Panitia harus lebih disiplin dalam waktu dan kalo bisa tempatnya lebih tertutup supaya lebih nyaman,” tutur Mangajur.

Reporter: Petra

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *