Expose 2015, Rekatkan Mahasiswa Psikologi Seluruh Indonesia

Semarang (30/5) – Ekspose atau Event Kreasi Psikologi dalam Olahraga dan Seni merupakan rangkaian acara yang diadakan oleh  mahasiswa Fakultas Psikologi Undip. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Ekspose tahun ini diselenggarakan secara nasional. Menurut Firman dan seluruh panitia, hal tersebut dimaksudkan agar mahasiswa psikologi di seluruh Indonesia dapat berkumpul bersama di Semarang. “Jadi temen-temen Fakultas Psikologi yang dari luar bisa ikut, bisa join, bisa kumpul di Semarang. Bisa have fun lah kita,” ungkap Firman.

Rangkaian acara Ekspose 2015 telah berlangsung sejak awal Mei lalu dengan turnamen olahraga dan kompetisi seni antar psikologi di seluruh Indonesia. Turnamen olahraga sendiri terdiri atas cabang badminton, basket, dan futsal, sedangkan kompetisi seni berupa band/seni musik dan tari. Partisipasi dari peserta itu sendiri menurut Ketua Panitia Ekspose 2015, Firman Bagus Setiawan, meningkat dari tahun sebelumnya. “Kemarin kita paling jauh dari UNJ (Universitas Negeri Jakarta). Terus untuk yang dari timur kita dapat dari Unair (Universitas Airlangga), UB (Universitas Brawijaya), dari Malang ada dua universitas,” jawab Firman saat ditanya dari mana saja peserta turnamen dan kompetisi yang turut memeriahkan acara.

Rangkaian acara Expose ditutup dengan malam inagurasi di Auditorium Imam Bardjo, Pleburan pada Sabtu malam (30/5). Acara ini dimeriahkan dengan berbagai pentas seni dan aksi panggung lainnya seperti Psimewah (Psychology’s theater), Psychovocalista (Psychology’s choir), Independence (Psychology’s dancer), band asal Semarang Serempet Gudal dan Adhitia Sofyan.

Persiapan acara yang dilakukan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. “Untuk persiapannya, karena ini acara rutin tahunan, jadi misal tahun ini selesai malam ini, nah nanti satu bulan lagi kami udah prepare lagi buat tahun depannya,” tutur Firman. Tema dari Ekspose 2015 kali ini adalah bajak laut. Filosofinya adalah bahwa mahasiswa dari psikologi di luar Undip sebagai perompak yang ingin memperebutkan harta karun yang ada di Semarang.

Menurut Firman, tidak ada kendala yang besar dalam keberlangsungan rangkaian acara Ekspose 2015. Kendala yang sudah biasa dialami adalah ketika mahasiswa yang menjadi panitia Ekspose harus membagi waktu untuk kuliah di dalam kelas dan persiapan acara. Mereka harus pintar-pintar membagi waktu agar tidak mengganggu kegiatan di dalam kelas maupun persiapan acara.

Harapan dari Ketua Panitia Ekspose 2015 bahwa dia ingin panitia tahun depan dapat meningkatkan peserta. Walaupun tahun ini sudah mencangkup tingkat Nasional, namun peserta yang terjaring masih dalam lingkup Pulau Jawa. “Harapannya teman-teman dari luar Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, itu bisa kumpul ke semarang. Atau bahkan nanti bisa ditingkatkan dalam 10 tahun lagi atau kapan kita tingkatkan se-ASEAN,” tutup Firman.

Reporter : Haifa Hannum Arija W.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *