FEB Undip Hadirkan Menristek Dikti dalam Pidato Ilmiah

FEB Undip (14/3) – Panitia Dies Natalis menyelenggarakan pidato ilmiah bertajuk Peran Serta  Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pengembangan Wilayah Pantai yang bertempat di Hall Gedung C. Acara ini diadakan sebagai salah satu bentuk kegiatan pendidikan yang diberikan FEB Undip sebagai Perguruan Tinggi sekaligus memeriahkan Dies Natalis FEB Undip ke-55.

Hadir sebagai pembicara  Mohammad Nasir selaku Menristek Dikti RI. Acara ini juga dihadiri oleh rektor, para dosen, IKAFE (Ikatan Keluarga Alumni Fakulltas Ekonomi), pendamping almarhum dosen-dosen FEB, dosen-dosen purnatugas, dan para mahasiswa. Dimulai pukul 09.45 WIB dengan pembukaan oleh MC, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undip oleh Economic Voice diikuti seluruh peserta.  Kemudian, pembukaan tirai prasasti ABEST 21 yang dilakukan  oleh Muhammad Nasir, didampingi oleh Suharnomo beserta Tim ABEST21. Acara dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada pendamping almarhum dosen-dosen FEB Undip  oleh Muhammad Nasir dan Randianto selaku ketua IKAFE Pusat, serta kepada dosen purnatugas oleh Maryono selaku ketua IKA Undip Pusat, Suwhono, dan Amat Antono selaku Ketua IKAFE Jateng. Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Suharnomo selaku Dekan FEB Undip, dan Sudharto P. Hadi selaku Rektor Undip.

Tiba di acara puncak, yaitu pidato ilmiah yang diberikan oleh Menristek Dikti RI. Nasir memaparkan tentang visi Kemenristek Dikti tahun 2015-2019 yaitu terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan IPTEK dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa, beserta misi dan program kerjanya. Terkait dengan pengembangan wilayah pantai, Nasir mengambil contoh Pantai Pandansimo dan memperkenalkan tentang teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) wilayah pantai yang terintegrasi, dimana PLTH merupakan sebuah sistem, kultur, dan capacity building. Manfaat yang ditimbulkan PLTH baik di bidang IPTEK dan ekonomi berupa peningkatan aktivitas akademisi, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, maupun bidang pariwisata, serta perikanan dan pertanian. Nasir juga mengemukakan bahwa bangsa memerlukan skill yang dapat menjadi daya saing, serta hak paten yang merupakan masalah terkait penelitian dan pengembangan.

Terakhir, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada alumni oleh Suharnomo. Kemudian ditutup oleh MC disertai nyanyian Padamu Negeri oleh Economic Voice pada pukul 12.20 WIB. Andrian selaku person in charge dalam acara ini mengaku tidak menghadapi kendala yang berarti dalam penyelenggaraan pidato ilmiah ini. Ia berharap ke depannya, acara ini dapat jauh lebih baik lagi. (gt)

Reporter : Nur, Nisa

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *