FORDEBI Gelar Workshop Metodologi Penelitian dan Pengajaran Ekonomi Islam

FEB Undip (19/09) – Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (FORDEBI) mengadakan rangkaian acara Workshop Metodologi Penelitian dan Pengajaran Ekonomi Islam. Acara yang dimulai pukul 09:00 WIB ini, menargetkan dosen dan mahasiswa program studi Ekonomi Islam Undip agar semakin mahir dalam hal penulisan dan metodologi penelitian. Kegiatan yang bertempat di Hall Gedung C lantai empat kampus FEB Undip ini tidak hanya diikuti oleh dosen-dosen ekonomi wilayah Jawa Tengah, melainkan juga ada yang berasal dari luar Jawa Tengah bahkan luar Pulau Jawa.

Workshop yang menghadirkan Asfi Manzilati, Aji D. Mulawarman, dan Ari Kamiyati sebagai pemateri ini membahas perbedaan mendasar dalam konsep metodologi penelitian ekonomi konvensional dengan ekonomi Islam. Aji memaparkan bahwa hingga saat ini, progresifitas ekonomi Islam masih bersumber pada sektor keuangan, padahal Islam tidak hanya membahas seputar uang. “Ekonomi Islam itu tidak selalu memikirkan capital, asset, liability, equity, revenue, expense, dan income,” papar Aji. Ia juga menambahkan bahwa keikhlasan dan keadilan sudah seharusnya menjadi doktrin dalam ilmu ekonomi Islam.

Adapun pada sesi kedua, Asfi menambahkan bahwa karakter kesejahteraan semesta meliputi adil, semesta, ikhlas, sejahtera melampaui, tunduk, dan integratif. “Tujuan yang ingin dicapai dalam ekonomi Islam itu fallah – kesejahteraan semesta,” jelas Asfi. Dengan demikian, dalam mencapai tujuan tersebut perlu adanya paradigma yang dipakai untuk menganalisis permasalahan ekonomi Islam. Paradigma merupakan kerangka kerja yang mengorganisir nilai-nilai secara luas. Lebih lanjut lagi, Asfi menuturkan bahwa paradigma dikategorikan menjadi empat macam yaitu paradigma positivisme/fungsionalis, interpretifisme, kritikal, dan posmodernisme. Asfi melanjutkan bahwa dalam pelaksanaan dan penerapan ekonomi Islam tidak terlepas dari maqashid syariah yang meliputi agama, jiwa, ketuhanan, harta, akal, sosial, dan lingkungan.

Ditemui pada akhir acara, Aris Anwaril Muttaqin selaku ketua pelaksana acara menuturkan bahwa dengan diselenggarakannya acara ini, semoga dapat meningkatkan pemahaman baik dosen maupun mahasiswa dalam melakukan penelitian Ekonomi Islam. “Untuk kendala sendiri, saya pribadi sebenarnya sangat menyayangkan bahwa antusiasme teman-teman mahasiswa masih kurang dalam kajian ilmu seperti ini,” tutur Aris. Hal itu terlihat dari semakin berkurangnya jumlah peserta dari kalangan mahasiswa menjelang akhir acara.

Reporter : Cynthia Farah Sakina

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *