Gizi sebagai Pilar Pembangun Prestasi

Oleh Veronica Febriana*

Prestasi suatu bangsa memiliki keterkaitan dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari bangsa tersebut. Beberapa pendapat menilai bahwa SDM berkualitas adalah SDM yang cerdas, sehat, serta memiliki produktivitas tinggi. Berdasarkan pada opini tersebut, dapat dilihat bahwa kesehatan, terutama dalam kaitannya dengan gizi dapat menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan kecerdasan ataupun produktivitas.

Gizi dan masalah pangan merupakan masalah dasar yang perlu diperhatikan oleh seluruh masyarakat. Gizi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik dan  mental. Seseorang dapat dikatakan memiliki gizi yang baik apabila dalam makanan yang dikonsumsinya mengandung zat – zat yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang tepat. Tubuh yang mendapat asupan gizi seimbang cenderung memiliki kondisi yang lebih sehat dibandingkan tubuh yang tidak seimbang gizinya.

Setiap masyarakat sudah seharusnya mendapatkan gizi yang seimbang untuk menunjang kesehatan dan perestasinya. Tetapi hingga saat ini, berbagai masalah yang berkaitan dengan gizi masih sering terjadi di Indonesia. Melalui berbagai media yang ada, masih dijumpai sebagian masyarakat yang mengalami gizi buruk, kelebihan gizi, ataupun penyakit lain akibat dari kekurangan zat tertentu pada tubuh. Jika kita analisis lebih lanjut, berbagai masalah ini dapat terjadi karena beberapa alasan. Alasan pertama, sebagian masyarakat dinilai tidak mengetahui tentang gizi. Mereka belum mendapatkan edukasi yang tepat mengenai pentingnya gizi sebagai penunjang kehidupan. Pandangan lain mengatakan bahwa masyarakat tidak memedulikan tentang pangan dan kesehatan, sehingga hanya memandang makanan sebagai sumber energi tanpa memperhatikan komponennya.

Selain kedua hal tersebut, faktor lain yang cukup berpengaruh pada masalah gizi di Indonesia adalah kemiskinan. Sebagian masyarakat Indonesia yang berada di tingkat ekonomi golongan bawah belum bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan makanan yang sehat. Berdasarkan data Riset Kementerian Kesehatan, tercatat bahwa pada tahun 2015 sebanyak 29,6 persen balita di Indonesia mengalami stunting. Stunting merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan gizi yang mengakibatkan tubuh tidak dapat berkembang secara maksimal. Kondisi ini dapat terjadi akibat kemiskinan yang ada diantara masyarakat. Kemiskinan menyebabkan kesulitan terpenuhinya kebutuhan pangan rumah tangga sehingga orang akan kekurangan berbagai komponen penting yang dibutuhkan oleh tubuh.

Gizi yang seimbang harus didapatkan sejak dini, bahkan harus diperhatikan sejak dalam kandungan. Kebutuhan gizi masing – masing orang akan berbeda satu dengan yang lain, tergantung pada usia, pekerjaan, kondisi tubuh, dan faktor – faktor lain. Gizi sangat penting untuk kehidupan manusia, oleh karena itu, hal ini harus menjadi tanggung  jawab seluruh pihak. Keluarga adalah bagian yang memiliki peran besar bagi setiap orang. Melalui keluarga berbagai pola kebiasaan akan dibentuk. Anak – anak harus mulai dididik dan dibekali dengan kebiasaan hidup sehat terutama dalam hal makanan sehat. Pemerintah juga ikut ambil bagian dalam memperhatikan gizi. Hal ini salah satunya dilakukan dengan pembuatan berbagai peraturan yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi. Dapat kita lihat dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia nomor 41 tahun 2014 tentang  Pedoman Gizi Seimbang. Pasal 4 (1) di peraturan ini  menerangkan bahwa pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan gizi seimbang. Permenkes ini juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan gizi seimbang dapat dilakukan melalui berbagai upaya, seperti sosialisasi, pelatihan, koseling, serta demo percontohan dan praktik gizi seimbang. Semua upaya tersebut dilakukan dalam rangka mendukung terciptanya generasi yang sehat untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Seorang individu dengan asupan gizi yang baik akan memiliki berkembangan fisik dan mental yang baik pula. Dengan demikian akan menghasilkan generasi yang cerdas dan memiliki kualitas unggul. Ketidakmampuan dalam pemenuhan gizi dapat menjadi salah satu ancaman bagi kualitas SDM. Ketika masalah pangan dan gizi di Indonesia sudah teratasi dengan baik, maka Indonesia akan sangat berpotensi untuk meningkatkan prestasinya melalui sumber daya manusia yang unggul. Didukung dengan pendidikan yang berkualitas pula, Indonesia akan mampu meningkatkan daya saing dalam berbagai bidang. Gizi sebagai salah satu pilar dalam pembangunan bangsa yang berprestasi haruslah menjadi bagian yang mendapat perhatian khusus. Berawal dari gizi yang baik, terciptalah generasi yang berprestasi. (fn)

*penulis adalah mahasiswi FEB Undip

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *