Gizi Seimbang untuk Negeriku yang Malang

Albertus-Agung

     Berbicara tentang Indonesia dengan berbagai problematikanya tentu tidak akan ada habisnya. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah penduduk Indonesia per 30 Juni 2016 adalah 257.912.349 jiwa. Sebesar itulah tanggung jawab negara untuk mensejahterakan rakyatnya. Masalah terbesar yang paling nampak dalam besarnya jumlah penduduk Indonesia adalah rendahnya kesehatan dalam kehidupan manusianya. Sungguh malang Indonesiaku ini, negeri dengan ratusan juta umat manusia yang tidak tahu dan tidak mampu untuk memanusiakan diri mereka dan orang lain.

Penyebab rendahnya kesehatan

Tidak dapat dipungkiri, hidup sehat merupakan tujuan semua manusia. Namun rutinitas dan kesibukan mudah menjebak mereka pada pola hidup yang tanpa disadari bisa memberi pengaruh buruk pada kualitas kesehatan. Pola hidup inilah yang mengacaukan pola makan sehat seimbang dan konsumsi makanan yang amburadul akhirnya menjadi kebiasaan. Gaya hidup modern juga turut memicu berubahnya pola makan tradisional Indonesia yang semula sehat, menjadi miskin serat dan nutrisi lainnya. Dengan sedikitnya serat dan nutrisi lainnya ini menyebabkan mereka kekurang gizi dan menjadikan hidup mereka tidak seimbang.

     Kekurangan gizi tidak hanya disebabkan oleh rutinitas dan kesibukan manusia saja, karena itu hanya berlaku bagi mereka yang terbilang kaya. Kemiskinan adalah faktor lain dari kurangnya gizi yang menjangkit di negeri ini. Mereka yang hidup di ambang kemiskinan terus mengais tanpa dipedulikan. Banyak dari anak-anak dan balita mengalami gizi buruk akibat orang tua mereka tidak mampu mengeluarkan biaya untuk pemenuhan gizi keluarganya. Padahal jika anak-anak dan balita tersebut mendapatkan gizi yang layak, bukan tidak mungkin mereka menjadi generasi yang akan membawa perubahan bagi bangsa untuk waktu yang akan datang.

     Salah satu cara untuk menjaga generasi pembawa perubahan ini adalah dengan memperhatikan asupan gizi yang mereka terima. Asupan gizi yang seimbang akan membuat generasi ini semakin cemerlang. Walaupun bukan jaminan, namun cara ini tetap layak untuk terus diusahakan. Walaupun banyak orang berasumsi bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alamnya, namun hakikatnya kekayaan sebuah bangsa tetap terletak pada manusianya. Maka dari itu untuk menjaga generasi muda beserta ratusan juta penduduknya yang lain, Indonesia harus terus memenuhi gizi dengan baik untuk menunjang kesehatan yang dimulai dari masyarakatnya.

Cara Pemenuhan Gizi Yang Seimbang

Jika berbicara tentang pemenuhan gizi seimbang, kita sering mendengar slogan makanan 4 sehat 5 sempurna. Namun rupanya slogan tersebut kini tidak lagi dianggap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi gizi. Bukan tanpa alasan, karena pada kenyataannya 4 sehat 5 sempurna memang tidak bisa dijadikan pedoman makanan sehat dan menyehatkan. Direktorat Gizi Depkes pada tahun 1995 telah mengeluarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Tujuan PUGS adalah memberikan penyuluhan pangan dan gizi kepada masyarakat luas, dalam rangka memasyarakatkan gizi seimbang. PUGS merupakan penjabaran lebih lanjut dari pedoman 4 sehat 5 sempurna yang memuat pesan-pesan yang berkaitan dengan pencegahan terkait masalah gizi agar dapat mencapai gizi seimbang.

     Berdasarkan kemkes.go.id, isi dari PUGS adalah: (1) Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir; (2) Biasakan sarapan pagi; (3) Biasakan minum air putih yang cukup dan aman; (4) Banyak makan sayuran dan buah-buahan; (5) Biasakan membaca label pada kemasan pangan; (6) Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan; (7) Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok; (8) Batasi konsumsi penganan manis, asin, dan berlemak; (9) Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan mempertahankan berat badan ideal; (10) Biasakan mengonsumsi lauk-pauk yang mengandung protein tinggi.

Esensi Untuk Manusia Negeriku Yang Malang

Setelah kita tahu betapa malangnya kondisi Indonesia saat ini dan kita pun paham bagaimana cara meningkatkan kesehatan dengan pemenuhan gizi seimbang, lalu apa yang harus kita lakukan? Tidak lain dan tidak bukan yaitu dengan menjaga kesehatan dan memupuk kepedulian. Berawal dari diri sendiri, kita harus menerapkan PUGS dalam hidup agar dapat hidup sehat dengan gizi seimbang. Setelah itu kita perlu memupuk kepedulian terhadap orang lain yang hidup di ambang kemiskinan agar gizinya juga tercukupi.

     Dalam membangun generasi cemerlang melalui gizi seimbang, kita tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga harus menumbuhkan kepedulian terhadap mereka yang kurang beruntung. Jika kita merayakan hari gizi nasional, kita juga tidak bisa merayakannya sendiri dengan kesehatan dan gizi seimbang yang kita miliki. Seluruh rakyat Indonesia harus ikut merayakan dengan jasmani yang sehat serta gizi yang seimbang. Karena untuk membentuk generasi cemerlang dibutuhkan semua pihak dengan gizi seimbang untuk berkarya di negeriku yang malang.

(3) Albertus Agung Prasetyono

 

 

 

 

Albertus Agung Prasetyono

Mahasiswa Manajemen 2015, Universitas Diponegoro

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *