Harumkan Nama Undip Lewat Kata dan Kumite

“Senang sih, awalnya udah hopeless aja karena ya sudah lah biasa aja gitu kan. Tapi ternyata bisa menang juga,”-Nurul Indah Pratiwi, perwakilan Undip dalam Kejurnas Karate Sunan Kalijaga Cup X

 

Nama Universitas DIponegoro kembali harum oleh prestasi. Pekan lalu perwakilan dari UKM INKAI Undip berhasil membawa pulang medali dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Sunan Kalijaga Cup X yang digelar di gelanggang  GOR Amongrogo, Yogyakarta. Kejuaraan tersebut dihelat oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) INKAI Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kejuaraan ini merupakan  kejuaraan karate terbesar di Indonesia. Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari (18 sampai 20 Maret 2016) tersebut diikuti oleh 65 kontingen yang tergabung dalam FORKI se- Indonesia. Kategori usia dan pertandingan pun beragam antara lain, Usia Dini, Pra Pemula, Pemula, Kadet, Junior, Under 21, dan Senior.

Kontingen

Universitas Diponegoro mengirimkan 18 karatekanya untuk mengikuti kejurnas yang digelar di Gor Amongrogo Yogyakarta. Pelepasan kontingen berlangsung hari Kamis, 17 Maret 2016 di lapangan Widya Puraya oleh Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama. UKM Karate INKAI Undip berhasil menyabet tiga medali sekaligus, antara lain Juara 2 cabang kata beregu putri, Juara 2 cabang Kumite +60 kg oleh Amelia Tambunan (Fakultas Hukum), dan Juara 3 cabang kata beregu putra.

Penilaian dalam Kejurnas karate tersebut dilihat dari masing-masing kata dan kumite. Di dunia karate, kata adalah seni dalam melakukan suatu gerakan dan kumite adalah seni dalam bertarung. Penilaian kumite dinilai berdasarkan pertarungan antar peserta. Sedangkan, kata dilihat dari hafalan, kelincahan, kekuatan, dan kekompakan dari gerakan yang ditampilkan. “Kalo penilaian pas pertandingan itu, kan disini ada kata dan kumite. Kalo misalkan kumite itu lebih ke kayak ke berantemnya (pertarungan) gitu, nah kalo kata itu lebih ke seninya dek,” jelas Nurul Indah Pratiwi, salah satu perwakilan Undip dalam kejurnas . Persiapan pun dlikukan secara rutin selama 2 bulan terakhir  di Student Center untuk menghadapi Kejurnas tersebut.

Kendala

Salah satu kendala yang dihadapi tim karate Undip adalah banyaknya tim ang tangguh dari kontingen lain. Nurul selaku perwakilan dari kata beregu putri mengatakan bahwa, banyak saingan berat yang ikut bertanding di sana. Salah satunya adalah perwakilan dari Lampung. Selain dari Lampung, menurut Nurul perwakilan dari Inkai Universitas Negeri Semarang (UNNES) juga merupakan lawan yang tangguh. Kendala lain adalah masalah pembuatan bunkai (demonstrasi dari kata yang akan ditampilkan) oleh kata regu putri karena kurangnya persiapan dalam pembuatannya. Namun, masalah tersebut dapat segera diatasi dan berhasil ditampilkan pada babak final. Selain itu masalah transportasi menjadi kendala lainnya yang dihadapi oleh tim Inkai Undip.

Nurul awalnya kaget saat dinyatakan sebagai salah satu pemenang dalam Kejurnas Sunan Kalijaga Cup X. “Senang sih, awalnya udah hopeless aja karena ya sudah lah, biasa aja gitu kan. Tapi ternyata bisa menang juga,”ujar Nurul saat ditanya perasaan sewaktu diumumkan menjadi juara 2 kata beregu putri. Nurul berharap agar Inkai Undip lebih baik kedepannya dan tetap semangat. Dengan tekad dan niat yang kuat semua hal dapat dilakukan. Jayalah Undip, jayalah almamaterku. (nw)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *