HMJ Akuntansi Gelar Seminar Guna Mencegah Kecurangan Keuangan

IMG_8991

FEB Undip (14/3) –  Masih dalam rangkaian peringatan Dies Natalis Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) menyelenggarakan seminar internasional yang bertajuk Financial / Accounting Fraud yang mengusung tag lineIt’s Consequences to the Accounting Profession and Education“. Adapun tujuan dari seminar ini adalah memberi edukasi untuk mengatasi skandal pada perusahaan besar serta jeli membaca red flag dalam financial report sehingga dapat meminimalkan fraud (penipuan).  Seminar Internasional kali ini juga sekaligus sebagai ajang reuni para akademisi FEB, khususnya jurusan Akuntansi. Karena banyak dosen FEB khususnya jurusan Akuntansi yang melanjutkan pendidikannya di Wollongong University.

Acara yang dimulai pukul 13:24 ini mengundang Associate Professor Katie Cooper dari University of Wollonggong Australia dan Hendi Yogi Prabowo dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Turut hadir akademisi FEB Undip, Anis Chariri, sebagai pembicara serta hadir pula Suharnomo selaku dekan FEB Undip. Bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya seminar ini adalah Fuad yang adalah Kepala Jurusan Akuntansi.

Katie Cooper yang diberi kesempatan sebagai pembicara pertama, memberikan sembilan poin pengertian tentang fraud, salah satunya understanding the failure of reforms. Katie juga menekankan bahwa financial and accounting fraud is the role of accounting profession. Sementara Hendi Yogi Prabowo, memaparkan tentang behavioral forensics in forensics accounting. Beliau juga sempat memberikan analogi gambar ‘zebra yang tampak seperti singa’ dari perspektif berbeda yang secara khusus juga menggambarkan bahwa kita harus jeli melihat fraud seperti pada gambar tersebut. Anis Chariri yang didaulat sebagai pembicara pada sesi ketiga ini ikut pula memberikan paparan, khususnya tentang fraud is part of forensics accounting dan  future research di bidang accounting yang salah satunya adalah beyond economic theory.

Sama seperti halnya seminar internasional pada umumnya,semua sesi menggunakan bahasa Inggris. Tak terkecuali pada sesi terakhir yaitu sesi tanya jawab,setidaknya ada tujuh penanya mengajukan pertanyaannya menggunakan bahasa Inggris berkaitan dengan pemaparan yang sudah diberikan para pembicara.

Kevin Dio, selaku ketua panitia pelaksana mengatakan seminar ini diadakan untuk mengantisipasi risiko dalam kecurangan di bidang keuangan. “Untuk mengantisipasi nya,maka perlu adanya pemahaman mengenai apa itu fraud accounting atau kecurangan di bidang akuntansi maupun di bidang keuangan,” ujar Kevin. Dengan adanya pemahaman tersebut, maka akan mendorong profesi maupun pendidikan akuntansi untuk dapat mempersiapkan sumberdaya manusia demi mengatasi fraud accounting.

Kegiatan pada sesi terakhir diisi dengan seserahan cenderamata yang diserahkan langsung oleh Amie Kusumawardhani kepada ketiga pembicara. Dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang menandai berakhirnya acara tersebut.

 

Reporter : Fajar Sidiq F

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *