Ibu-Ibu PKK Meteseh Upayakan Sistem Kas lewat Sayuran

pkm meteseh

Semarang (14/05)-  Guna mendorong pemberdayaan ibu-ibu PKK di wilayah Meteseh tepatnya RW 19, lima mahasiswa UNDIP dari FEB, FPP dan FISIP, menginisiasi pendirian green house sebagai pembentukan pos daya sayuran bagi ibu-ibu PKK setempat. Pendirian green house ini guna pemenuhan gizi keluarga, menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan bernilai ekonomi.  Kelima mahasiswa itu yakni Siti Marwiyah, Rica Dwi Cahyanti, Ela Safitri, Lilik Khoirul .R dan Lusi Alisah. Mereka didampingi Shoimatul Fitria (akademisi FEB) sebagai dosen pembimbing.

Sebelum ada program ini, kegiatan ibu-ibu di sana ialah sebagai  ibu rumah tangga yang  tiap sebulan sekali mengadakan pengajian, mengajar ngaji, dan kumpul rutin yang terkadang diisi dengan sosialisasi dari pihak luar.  Namun, tidak ada keberlanjutan kegiatan. Ketika diwawancarai, Ibu Febrina selaku ketua PKK, sempat mengeluh kesulitan menjalankan program karena keterbatasan tempat dan fasilitas. Hal inilah yang menjadi sorotan untuk mengajarkan tanam sayur dengan metode hidroponik kepada mereka.

Program ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat, salah satunya Agus Suryanto selaku Kepala Desa Meteseh Mbak programnya bagus, ibunya lebih jadi produktif, tuturnya. Antusias mereka sangat tinggi  dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali pada bulan Maret hingga saat ini, berupa kegiatan sosisalisasi dan pelatihan  2 kali yang dilaksanakan pada tanggal 7 april dan 24 april 2017. Pembangunan green house yang dibantu warga setempat, pembentukan struktur pengurus, dan dan dipilihlah Ibu Dini sebagai ketua dari program ini. Ia bertugas mengarahkan  anggotanya  untuk  perawatan tanaman setiap harinya.

Ke depannya, kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut hingga pada tahap pemasaran agar dapat menjadi sumber pendapatan bagi kas RW. “Kami senang melihat antusias  mereka yang ingin menerapkannya di rumah masing-masing dan aktif bertanya juga. Kami berharap program ini terus berjalan sementara kami hanya dapat memfasilitasi dan mendorong masyarakat. Apa ya istilahnya, memotivasi masyarakat, begitu” ungkap Siti Marwiyah selaku Ketua PKM-M. “Sistem  Pengelolaan Green House Sayur Hidroponik dengan Metode STB (sadarkan, Tanami, Budayakan) Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Metseh, Semarang,” tutupnya

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *