IIIT Gandeng FoRDEBI dan FEB Undip Selenggarakan Seminar Nasional Islamic Epistemology and Integration of Knowledge

Semarang (12/5) International Institute of Islamic Thought (IIIT) menggandeng Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro bersama Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (FoRDEBI) dalam mengadakan seminar nasional bertajuk Islamic Epistemology and Integration of Knowledge. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 12 Mei 2018 bertempat di Hall Pertamina Gedung Dekanat Lantai 3 FEB Undip Tembalang ini turut menghadirkan Mohammad Siddik (Ketua Dewan Dakwah Indonesia & IIIT), Hendri Tanjung (Dosen Universitas Ibnu Khaldun), dan Nirwan Syafrin Manurung (Founder INSISTS). Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Suharnomo selaku dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro dan dilanjutkan oleh Darwanto selaku Ketua Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (FoRDEBI) Wilayah Jateng.

“Dengan diadakannya seminar ini diharapkan dapat memberikan dasar pemahaman dalam memahami epistemologi ilmu dalam Islam,” jelas Darwanto. Ia juga menambahkan bahwa adanya pemahaman mengenai sumber kebenaran Ilmu dalam Islam bukan hanya berasal dari rasionalitas akal pemikiran yang terbatas maupun pada kemampuan panca indera manusia, tapi juga pada kebenaran atau adanya sumber kebenaran ilmu yang berasal dari wahyu. Darwanto juga menambahkan bahwa dalam Ilmu Ekonomi Islam, selain memberikan tempat bagi akal manusia dalam konstruksi bangunan teorinya juga tidak mengesampingkan kebenaran wahyu Tuhan yang dalam hal ini ialah Al Qur’an dan Hadist sebagai sumber ilmu dan kebenaran.

Memasuki acara inti, Mohammad Siddik sebagai pimpinan IIIT Indonesia sekaligus keynote pembicara menyampaikan bahwa International Islamic University of Islamabad Pakistan dengan terbuka dan senang hati menyambut pelajar Indonesia yang ingin mendalami  ilmu seputar ekonomi Islam dengan lebih dalam. Acara selanjutnya memasuki materi pertama yang disampaikan oleh Nirwan seputar epistemologi Islam sebagai basis integrasi ilmu. Ia menyampaikan bahwa tahapan iman seorang muslim ialah tahap pertama menjadi muslim lalu tahap kedua menjadi mukmin. “Pada tahapan satu itu seorang muslim baru beragama Islam tetapi tidak mencerminkan  nilai-nilai Islam itu sendiri. Itu baru mencerminkan muslim saja, belum sampai tahap mukmin apalagi taqwa,” tutur Nirwan. Lebih lanjut ia menuturkan bahwa majunya suatu peradaban dapat dilihat dari keilmuannya. Contohnya sebuah epistemologi ialah pandangan hidup Islam di dasari pada akidah, syariah, dan akhlak yang kemudian dijadikan landasan dalam menyikapi suatu hal.

Sebagai pemateri selanjutnya, Hendri memaparkan materi seputar bagaimana cara membangun perekonomian melalui sistem ekonomi syariah. “Pada dasarnya prinsip yang diterapkan oleh bank syariah adalah mudharabah yang mengilhami sistem bagi hasil,” jelas Hendri. Nilai lebih dari sistem mudharabah ialah adanya tanggungjawab dalam risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari. Masyarakat awam akan menilai sistem ini justru akan mengurangi uang yang mereka miliki, padahal hal tersebut bukanlah nilai negatif dari akad tersebut jika dilihat dari dua perspektif yang lebih mendalam. Adapun berkurangnya uang nasabah merupakan akibat drai risiko bisnis yang dilakukan. Hal inipun dapat ditanggulangi dengan adaya manajemen investasi serta manajemen risiko dalam perbankan.

Lebih lanjut Hendri menyampaikan bahwa untuk merubah nasib seseorang atau bahkan sebuah negara tidak dapat dilakukan secara instan. Perubahan itu harus melalui tahapan-tahapan yang ada dan memerlukan waktu yang relative tidak sebentar. “Misalnya kita ambil contoh kasus bagaimana cara mengatasi kemiskinan, ya nggak tuh tidak bisa selesai kalau cuma ngadain seminar dan diskusi seperti ini. Harus ada tindakan nyata,” tegas Hendri. Tentunya dalam menyikapi segala permasalahan tidak bisa selalu  diselesaikan dengan pandangan fiqih, baiknya juga tetap memperhatikan aspek maqashid syariah agar dapat menjamah semua aspek dan lapisan permasalahan yang ada.

Reporter: Cynthia Farah Sakina

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *