Ingin Kaya, Pasar Modal Tempatnya

FEB Undip (15/6) Kelompok Studi Pasar Modal Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (KSPM FEB Undip) menyelenggarakan seminar nasional bertema “Brace Yourself to Invest for Bright Future”. Seminar nasional yang merupakan salah satu dari rangkaian Diponegoro Capital Market Days ini digelar  di gedung Prof. Soedarto. Menghadirkan tiga pembicara di bidang pasar modal, yaitu Lo Kheng Hong, Djoko Saptono, dan Mangindar Nababan.

Acara dibuka oleh paduan suara mahasiswa Fakultas Teknik Undip dan persembahan tari Jawa Barat dari UPK Tari FEB Undip. Dilanjutkan sambutan dari pembina KSPM FEB Undip, Irene Rini Demi Pangastuti.

Dalam materinya, Mangindar, Head Corporate Finance in Philip Securities Indonesia membahas keuntungan dan risiko investasi di pasar modal. “Intinya biarkan uang bekerja untuk kita jangan biarkan kita yang bekerja untuk uang,” ungkap Nababan. Selanjutnya pemaparan materi oleh Djoko selaku Kepala Divisi Edukasi Bursa Efek Indonesia (IDX). Ia membahas mulai dari ekonomi Indonesia, pasar modal, alasan mengapa harus berinvestasi di pasar modal Indonesia, hingga kondisi pasar modal Indonesia itu sendiri. Menurut Djoko, Indonesia merupakan negara dengan prospek yang tinggi. “Tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat tinggi, dikarenakan jumlah penduduk yang tinggi, konsumsi yang tinggi. Sehingga diperkirakan tahun 2030 Indonesia akan masuk 7 negara perekonomian dunia jika perekonomian Indonesia stabil,” ungkap Djoko.

Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari pembicara utama, Lo Kheng Hong (LKH) yang merupakan megainvestor Indonesia. LKH menceritakan kebiasaannya berupa membaca, berpikir, dan berinvestasi yang sering ia sebut RTI (Reading-Thinking-Investing). LKH menjelaskan bahwa lebih baik berinvestasi dalam pasar modal daripada investasi dalam bidang lain. “Kalau ingin kaya, pasar modal tempatnya,” ujar Lo Kheng Hong. Selain itu, LKH mengatakan bahwa sebagai investor kita juga harus jeli melihat peluang kapan saham itu harus dibeli atau dijual. “Bagi investor saham, krisis adalah peluang emas karena dapat membeli saham dari saham blue chip dengan harga murah,” tukasnya.

LKH juga menjelaskan bahwa dalam membeli saham, kita tidak boleh asal beli. Ia berpesan untuk tidak membeli saham dari luar saja tetapi harus cermat membaca laporan keuangan dan manajemennya. Hal ini karena perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) harus memiliki manajemen dan pemimpin yang baik pula.

Selain pemaparan materi tentang pasar modal, diumumkan pula pemenang dari tiga besar final Online Trading Competition (OTC). Tiga besar OTC adalah Universitas Diponegoro, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Padjadjaran. Juara satu berhasil diraih oleh Universitas Padjadjaran, sedangkan Universitas Diponegoro dan Universitas Gajah Mada menjadi juara dua dan tiga. (nq)

Reporter : Panjalu Satrio, Anastania Shafira

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *