International Office FEB Undip Helat Seminar International Cultural Management Behavior Finance and Economics

FEB Undip (13/9) – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip melalui International Office (IO) telah berhasil menyelenggarakan Seminar Internasional di Hall Gedung Pertamina pada 13 September 2018. Acara ini bertujuan untuk mengangkat isu-isu perekonomian dunia di antaranya meliputi pembahasan tentang cultural management behavior finance and economics. Acara ini terbuka bagi seluruh mahasiswa FEB Undip, baik untuk program reguler maupun program International Undergraduate Program (IUP).

Seminar ini melibatkan segenap civitas akademika FEB Undip seperti Harjum Muharam, Akmad Syakir Kurnia, dan Jaka Aminata. Acara ini juga mengundang para praktisi ekonomi dari University Paris 13 – Sorbonne Paris Cite, France, Ali Smida. Ia merupakan President of the International and Interdisciplinary Association for Decision (A21D).

Kerja sama antara International Office FEB Undip dengan University Paris 13 Sorbonne France diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu untuk mahasiswa FEB Undip pada umumnya tentang perkembangan ekonomi dunia. Dalam acara ini dibahas beberapa isu penting tentang perekonomian dunia. Berkembangnya dunia teknologi tak urung juga ikut mempengaruhi perkembangan ekonomi. Adanya perubahan-perubahan pada pasar dunia (global market) juga akan mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah dalam suatu negara. Dr. Harjum Muharram ketika menampilkan data tentang pasar Asia (Asian Market) dan pasar Eropa (Europe Market) menyatakan bahwa ada pemberlakuan sistem integrasi pasar dari negara Asia seperti Indonesia, Malaysia, China, serta pasar Eropa yaitu meliputi Ukraina, Rusia, Republik Ceko.

Selain membahas tentang integrasi pasar yang terjadi di pasar perdagangan Asia & Eropa, dalam acara ini juga dibahas tentang teori pengembangan baru perilaku makroekonomi Keynesian (New Keynesian) yang didalamnya dipengaruhi oleh pemikiran George Akerloff. George Akerloff sendiri merupakan ekonom Amerika yang terkenal dengan tulisannya “The Market of Lemons: Quality Uncertainty and The Market Mechanism”. Poin utama dari mazhab New Keynesian ini diantaranya ; pasar monopoli merupakan lawan dari pasar persaingan sempurna, adanya persaingan nominal dan riil, maksimisasi rasional oleh agen, dan adanya ekspektasi rasional. Ada dua aspek yang terkandung dalam New Keynesian uang adalah materi utama dalam perilaku makroekonomi dan  adanya prasangka kognitif, hubungan timbal balik, keadilan, dan status sosial turut  mempengaruhi tumbuh kembang mazhab ini.

Terakhir, Jaka Aminata menyampaikan pembahasan tentang digitalisasi ekonomi yang sedang berkembang saat ini. Beberapa inovasi diantarany ada Crypto Currency, Block Chain, dan Bitcoin. Yang menjadi tantangannya sekarang adalah apakah efisiensi dari penggunaan inovasi ini akan meningkatkan fasilitas infrastruktur dalam masyarakat, bagaimana kita bisa mendapatkan keuntungan dari transaksi bitcoin dan apa hal yang bisa dipelajari dari sistem perkembangan Crypto Currency. Dalam kesempatan kali ini beliau juga menyampaikan agar kita tidak perlu khawatir dengan adanya inovasi finansial (Financial Innovation System) serta memerlukan adanya peran dari pemerintah dan swasta untuk dapat melihat anggaran pembelanjaan mereka dan menjalin kerja sama dengan segala lapisan masyarakat dan institusi agar kedepanya tercipta efisiensi. “There is no fear accept financial innovation system. The government or private banking can see theur expenditure, make a partnership system with all stake holder and other institution become efficient.” ujar Jaka.

Saat diwawancarai Maulana Hafidz (salah satu peserta seminar) memberikan kesan dan pesan untuk acara ini kedepannya. Ia mengatakan saran untuk acara ini semoga lebih baik kedepannya, pemilihan tempat untuk pelaksanaan seminar semoga lebih mencukupi kapasitas karena melihat antusiasme mahasiswa FEB Undip kemarin yang ingin datang ke acara seminar internasional ini banyak yang tidak bisa masuk dan menduduki kursi yang ada. Lalu untuk pemilihan pembahasan materi semoga bisa menghadirkan ekonom-ekonom yang ahli dibidangnya baik dari luar negri mau dalam negeri.

Reporter: Oliv, Farah.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *