Jurnalis Menggenggam Pena, Rakyat Ringan Kepala

(1) Aradeya-Tangguh-Pamungkas

     “Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” ujar selembar kertas berjudul Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebuah untaian kata yang singkat, namun dengan makna yang sarat. Mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi salah satu poin dari alinea IV Pembukaan UUD 1945 ini. Secara otomatis, mewujudkan bangsa dengan rakyat yang cerdas menjadi kewajiban seluruh masyarakat Indonesia yang berpenduduk lebih dari 250 juta jiwa ini.

Pewujud Kecerdasan Bangsa

Pers, sebuah bagian dari masyarakat yang menjadi motor penggerak opini ini memiliki peran penting dalam mewujudkan intelektualitas bangsa. Sejalan dengan fungsi orang-orang yang kerap dijuluki jurnalis ini yaitu menambah wawasan di samping menyampaikan informasi, melakukan kontrol sosial, sebagai hiburan, juga jembatan aspirasi masyarakat. Saat ini pers sudah berada dalam masa kebebasannya, yang artinya fungsi pers dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Tidak seperti pada masa orde baru yang sudah umum diketahui bahwa banyak terjadi pembungkaman pers saat itu.

     Di masa sekarang ini, di mana banyak fakta dengan mudah diputarbalikkan, pers dituntut untuk tetap bisa objektif, independen, dan tentunya juga edukatif. Pengangkatan tema, penyampaian opini, objektivitas, seluruhnya tidak dapat lepas dalam menentukan apakah sebuah tulisan bisa dikatakan berita yang mencerdaskan atau tidak. Saat ini, seiring dengan kemajuan teknologi yang membuka ruang opini menjadi lebih luas, terutama dalam konteks jejaring sosial, tulisan (dalam hal ini berita) dapat dibuat oleh siapapun, kapanpun, di manapun, dan dengan topik apapun (sering disebut dengan citizen journalism). Hal ini terkadang menyebabkan informasi menjadi sulit untuk dikontrol.

     Di sinilah peran pers dibutuhkan untuk tetap menjadi sumber informasi yang terpercaya dengan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Cakupan media yang masif dari sebuah perusahaan pers tentunya harus dimanfaatkan untuk tetap menyajikan informasi yang aktual. Sekali lagi, pers berperan dalam kontrol sosial dalam masyarakat, juga sebagai sumber ilmu pengetahuan. Untuk itu, kode etik jurnalistik perlu dijunjung tinggi demi informasi yang benar tanpa menyakiti pihak manapun. Jangan sampai jangkauan media yang luas dimanfaatkan untuk memutarbalik fakta dan menggiring opini masyarakat ke arah yang salah.

     Selain pers yang harus bertindak, masyarakat juga dituntut untuk menjadi lebih cerdas dalam penyerapan informasi. Kelemahan generasi saat ini yang cenderung bersifat ‘ikut-ikutan’ menyebabkan mudahnya penerimaan informasi tanpa ditelaah terlebih dahulu terkait kredibilitas informasi tersebut. Dengan kata lain, perlu adanya pola pikir kritis, bahkan jika diperlukan, opini yang skeptikal perlu disampaikan jika informasi yang dimuat dianggap tidak benar. Karena pada kenyataannya, kebenaran jarang menghampiri dan menuntut untuk dicari.

Pers Bebas Rindukan Kecerdasan

     Era kebebasan pers menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Tanpa dibekali ilmu dan konsistensi, kebenaran pada suatu informasi akan sulit untuk ditemukan. Untuk itu, setiap individu haruslah memiliki pendirian dalam menegakkan kebenaran, bukan dengan beropini yang saling menghakimi dan tidak berbudi. Lalu, dengan kondisi saat ini, apakah kecerdasan sudah merebak di tengah-tengah masyarakat? Setiap orang pasti punya pandangan berbeda dalam menilai.

     Pers memang bertindak untuk mencerdaskan, tetapi untuk menjadi cerdas, rakyat tidak boleh lepas dari gejolak opini yang menginginkan sebuah kebenaran. Lagi-lagi, kemampuan menyaring informasi, memilah antara yang benar dan salah, seluruhnya dibutuhkan untuk mewujudkan kecerdasan publik. Kebebasan pers menggiring opini, demi edukasi yang gani, menyingkap luas tanpa batas, demi rakyat yang cerdas.

SAMSUNG CSC

Aradeya Tangguh Pamungkas

Mahasiswa Manajemen 2015, Universitas Diponegoro

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *