Kabupaten Semarang Borong Piala di Festival Desa Wisata Jawa Tengah 2017

Magelang (25/07) – Kabupaten Semarang berhasil merebut piala bergilir dalam Festival Desa Wisata Jawa Tengah 2017. Tidak hanya itu, Desa Lerep, perwakilan dari Kabupaten Semarang, juga memborong lima piala kejuaraan. Adapun kategori yang dimenangkan ialah pameran stand terbaik, apresiasi seni terbaik, paparan pengelolaan terbaik, yel-yel terbaik, dan juara umum. Acara ini berlangsung di Lapangan Dr.H. Supardi dan Pondok Tingal, Kabupaten Magelang.

Sebanyak 33 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah mengikuti Festival Desa Wisata Jawa Tengah 2017. Tercatat 147 desa wisata yang sudah terverifikasi. Mengambil tema “Desaku Harapanku Mandiri Sejahtera”, Festival ini berjalan sejak tanggal 24-25 Juli 2017. Hari pertama para peserta mengikuti kegiatan lomba mulai dari pameran stand, yel-yel, paparan, dan apresiasi seni desa wisata. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, lomba kali ini dijadikan satu paket lengkap dalam sehari. Selama 20 menit peserta menampilkan pertunjukkan keanekaragaman seni budaya masing-masing desa. Sedangkan hari kedua berlangsung Sarasehan Desa Wisata di Pendopo Saraswati Pondok Tingal.

Acara Sarahsehan Desa Wisata menghadirkan tiga pembicara yakni Didik Hardiana, Hidayat Al Bandari, dan Eko Suseno. Didik, Komisi D Kepariwisataan DPRD Jateng menyampaikan bahwa tidak sembarangan dalam membangun desa wisata. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan. Hal yang terpenting ialah manajemen pengelolaan desa wisata. Selain itu, program yang jelas dan kuatnya kelembagaan juga penting. Ia juga memberikan tips sukses desa wisata yaitu diferensiasi, fokus terhadap pelayanan, dan low cost.

Festival Desa Wisata Jawa Tengah 2017 ini merupakan rangkaian acara dari Borobudur International Festival. Event sepekan ini berlangsung mulai tanggal 24-30 Juli 2017. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah memberikan kesempatan dan ruang untuk menyampaikan budaya yang ada di setiap kab/kota Jawa Tengah.

Menurut Zaenal Arifin S.IP, Bupati Kabupaten Magelang, pengembangan dan pembangunan kepariwisataan diperlukan untuk mendorong pemerataan dan menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Dengan mempertimbangkan potensi yang ada  konsep dan pengembangan desa wisata diarahkan sesuai dengan kearifan lokal dan termasuk seni budaya untuk menciptakan image dan mengembangkan wisata yang memiliki ciri khas tersendiri. “Pesan Saya secara khusus kepada pengelola desa wisata agar terus meningkatkan kreativitasnya dan selalu berinovasi dalam menampilkan produk wisata yang dimililki, serta senantiasa memberikan pelayanan yang prima.” ujarnya. Ia juga berharap ke depannya semoga desa wisata dapat menjadi destinasi wisata yang menarik, alami, bernuansa pedesaan dan berdaya saing. Serta mampu memberikan nilai-nilai manfaat secara ekonomi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat.

Reporter : Afnurul Widya Permata

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *