Kajian BBM Kembali Dibahas dalam Diskusi Publik BEM FEB

FEB Undip (16/4) – Di tengah polemik harga BBM yang mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak pasti, BEM FEB Undip hadir menyuarakan aspirasi dalam Diskusi Publik. Acara ini merupakan tindak lanjut dari acara serupa yang diadakan pada awal April lalu bertema “Dilema Rakyat, Harga Kebutuhan Naik, Harga BBM Naik Lagi? Setujukah?”. Fluktuasi harga BBM mau tidak mau membuat masyarakat turut andil untuk peduli terhadap kebijakan publik yang satu ini.

Diadakan di PKM lantai dua pada Kamis (16/4), acara ini bertujuan untuk menarik kesimpulan terkait komentar mahasiswa tentang kebijakan BBM pada Diskusi Publik sebelumnya. Turut hadir, perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan beberapa UPK serta mahasiswa umum FEB Undip.

Acara dibuka oleh Wakil Ketua BEM FEB Undip, Fajar Nugraha setelah pembacaan doa bersama dilakukan pada pukul 14.00 WIB. Dalam sambutannya, Fajar mengemukakan bahwa pengadaan kembali forum Diskusi Publik ini dimaksudkan untuk mendalami lagi pembahasan pada materi sebelumnya. “Selain itu juga untuk melatih sikap kritis mahasiswa,” Tambahnya. Acara dilanjutkan dengan pembahasan poin-poin penting yang dimoderatori oleh Anandika Pratama. Menurutnya, terkait dengan kenaikan dan penurunan harga BBM belum ditemui solusi yang tepat. Sebuah pendapat menyatakan bahwa subsidi BBM di Indonesia sudah saatnya dihapus dan dialokasikan ke bidang lain. Saat dimintai pendapat pradiskusi, KESMES dan HMJM menyatakan setuju terkait pendapat sebelumnya dengan syarat pengimbangan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Maruto Umar Basuki selaku staff dosen IESP mengapresiasi acara diskusi publik yang membahas mengenai isu ekonomi terkini. Menurutnya, terdapat dua alasan besar mengapa subsidi harus dicabut yaitu adanya salah sasaran subsidi dan keefektifan subsidi yang perlu dipertanyakan. Subsidi sebenarnya ditujukan untuk dapat menciptakan daya beli masyarakat dan menggerakkan pasar Indonesia. Kenyataannya, keberlanjutan program subsidi BBM perlu dipertanyakan karena masih banyak insfrastruktur yang membutuhkan dana. Terkait dengan kenaikan dan penurunan harga BBM yang tidak stabil, Maruto mengambil keputusan tengah yang menyatakan bahwa hal tersebut bergantung pada bagaimana pemerintah melakukan manajemen yang baik.

Sebagai peserta, Luhur Jalu Tawakkal, perwakilan HMJ IESP mengaku cukup puas dengan diadakannya diskusi publik ini. “Jalannya diskusi tadi bagus, ada beberapa mahasiswa yang mengemukakan pendapat dengan diperkuat data dan teori,” Jelasnya. Lain lagi, Dito Ilmam mengemukakan bahwa antusiasme peserta dinilai masih kurang karena beberapa kursi peserta terlihat kosong. Dito berharap agar kedepannya, mahasiswa dapat lebih berpartisipasi dalam acara-acara sejenis. “Melatih mahasiswa untuk mengutarakan pendapat, ya kira-kira supaya lebih kritis lah,” Tambahnya.

Reporter : Filza, Khikmah

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *