Kenali Calon Rektor Lewat Debat

Undip (12/3) – Terpilihnya Muhammad Nasir sebagai Menteri Riset dan Teknologi membuat Universitas Diponegoro harus mencari pengganti rektor untuk masa jabatan tersebut. Langkah awal pencarian bakal calon rektor Undip ini diawali dengan sosialisasi pendaftran bakal calon rektor (20/2) yang kemudian disusul dengan pendaftaran bakal calon rektor (27/2). Setelah melalui tahap seleksi, akhirnya pada rapat Senat tertutup itu Undip mengumumkan lima nama calon rektor 2015, yaitu Slamet Budi Prayitno dan Ocky Karna Radjasa perwakilan dari FPIK, Mukh. Arifin perwakilan dari FPP, Muhammad Nur perwakilan dari FSM, serta Johan Utama perwakilan dari FH.

Setelah lima bakal calon rektor tersebut ditetapkan menjadi calon rektor tetap pada Senin (2/3), mereka dipertemukan dalam debat calon rektor Undip 2015 di gedung Prof. Soedarto Undip Tembalang pada Kamis (12/3). Debat tersebut dibuka pukul 08.00 WIB dan diawalai dengan beberapa sambutan. Pertama, sambutan dari Fandy selaku wakil ketua BEM KM Undip, dilanjutkan sambutan oleh Maryono perwakilan IKA Undip, lalu sambutan dari Rektor yang diwakili oleh Warsito selaku Pembantu Rektor III. Terakhir sambutan dari moderator acara yaitu Asmono Wikan dan Rizki selaku ketua BEM KM Undip. Kemudian, acara dibagi menjadi empat sesi, sesi pertama untuk penyampaian visi-misi dari setiap calon rektor, sesi ke dua yaitu tanya jawab antara calon rektor dan moderator, sesi ketiga merupakan tanya jawab antara calon rektor dengan calon yang lainnya secara undian, dan terakhir sesi tanya jawab antara penonton dan calon rektor.

Calon rektor pertama yakni Slamet Budi Prayitno memiliki visi dan misi untuk menjadikan Undip lebih baik lagi kedepanya dengan menjadikan universitas yang unggul melalui implementasi PTN yang paling mantap. Sementara, calon rektor kedua yakni Mukh. Arifin memiliki visi dan misi untuk menjadikan universitas riset yang unggul di tahun 2020 beserta dengan pola pikir yang kokoh dengan mengembangkan wilayah pantai yang merupakan sesuatu yang harus dipertahankan. Calon rektor ketiga, Johan Utama, mengatakan bahwa rektor adalah seorang pelayan yang dapat menjawab semua kebutuhan dari sekilas akademik dan dalam pencapaian universitas riset yang unggul itu tidak perlu meningkatan UKT mahasiswa. Ocky Karna Radjasa, calon rektor keempat, mengungkapkan bahwa, “Menjadi pemimpin amanah yang akan mengawal Undip menjadi universitas riset yang unggul dengan mengembangkan jejaring global serta akselerasi menuju universitas riset yang unggul ini dilakukan melalui cara kominikasi dan sinergi yang baik.” Terakhir, Muhammad Nur memiliki visi misi untuk membuat Sapta Karya yang dapat menguatkan profesionalitas dosen, menguatkan dalam pemilihan karakter mahasiswa, serta meningkatkan kerjasama.

Tujuan diadakannya debat calon rektor Undip ini salah satunya yaitu untuk memperkenalkan kepada mahasiswa secara langsung para calon rektor mereka. Sehingga, mereka dapat bertatap muka secara langsung dan mengetahui bagaimana visi dan misi mereka kedepanya untuk menjadi rektor Undip periode 2015-2019. “Harapannya, meskipun mahasiswa ini tidak memiliki hak pilih tapi minimal dengan adanya acara ini  para mahasiswa tahu bahwa rektor mereka itu seperti apa dan pemimpin mereka itu seperti apa,” ujar Abu selaku Ketua paitia. Abu berharap agar para mahasiswa nantinya dapat menerima keputusan-keputusan guru besar yang akan memilih rektor yang sesuai dengan kriteria yang diidamkan oleh mahasiswa. Sehingga tercapainya sebuah kesinergisan antara harapan guru besar, harapan pemilih, dan harapan mahasiswa. (gt)

Reporter : Dewi, Muslimah

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *