Kenalkan Dunia BUMN, Peruri Adakan Talkshow dan Bedah Buku

img20161024094005

Undip (24/10) –  Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) gelar Talkshow dan Bedah Buku. Bertempat di Gedung ICT Lt. 5, acara bertajuk Peruri Goes To Campus ini dimulai pukul 09.00 WIB. Adapun buku yang dibedah dalam acara ini yaitu Dilema BUMN, Out of Comfort Zone, dan It Goes without Saying karya Prasetio selaku Direktur Utama Peruri, serta Ensiklopedia Penyakit karya Anies yaitu Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Turut hadir dalam acara ini yaitu Yos Johan Utama selaku Rektor Undip, Ketua Senat Dosen, dan Ketua MWA Undip.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Hanifa Maher Denny selaku Wakil Ketua Dies ke-59. Hani menyampaikan bahwa leadership menjadi ujung tombak bagi lulusan Undip. Ia juga menambahkan bahwa dalam Dies kali ini, setiap fakultas akan mengadakan International Conference dengan output publikasi di Jurnal Internasional. Selain itu, juga akan ada Healthy Food Festival dan Healthy Life pada November 2016 ini.

Berikutnya, terdapat sambutan Yos Johan Utama sebagai pembuka acara. Dalam sambutannya, ia menjelaskan status Undip sebagai PTN BH mendekati pola-pola BUMN namun bersifat nonprofit. Ia juga mengatakan bahwa 37 persen dari total mahasiswa Undip telah mendapatkan bantuan berupa beasiswa pendidikan. Selain itu, ia juga berpesan kepada peserta yang hadir untuk menghubunginya secara langsung apabila terdapat mahasiswa yang memerlukan bantuan perkuliahan.

Acara dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Widyo Pramono selaku Jaksa Agung Muda Pengawasan Republik Indonesia. Ia menjelaskan bahwa BUMN merupakan salah satu pelaku usaha yang berpengaruh pada ekonomi negara. Memulai acara Bedah Buku, Prasetio memberikan penjelasan awal terkait buku-buku yang ia tulis. Salah satunya adalah Dilema BUMN. Dalam buku tersebut, Prasetio memaparkan bahwa masalah yang dihadapi BUMN dan BUMS adalah sama yaitu value, kompetensi, dan tata kelola perusahaan. Ia juga menyarankan agar BUMN melakukan beberapa kajian seperti cost-benefit, cost return, analisis risiko, dan masalah mitigasi.

Memasuki acara inti hadir sebagai pembedah yaitu FX Joko Priono selaku Dosen Fakultas Hukum Undip, Firmansyah sebagai Dosen FEB Undip, Darminto yaitu Akademisi dan Konsultan Undip, serta penulis buku dalam tujuh bahasa yaitu Triyanto Triwikromo. Joko membahas buku Dilema BUMN, ia mengatakan bahwa harus ada revolusi regulasi dalam dunia usaha. Adanya kekawatiran dalam teori hukum dan kepastian hukum menjadi pokok bahasannya. Sementara Firmansyah membahas buku It Goes Without Saying. Ia mempertanyakan kenapa sebuah perusahaan monopoli harus menerapkan manajemen risiko.

Darminto yang membedah buku Out of Comfort Zone mengkritik bahwa tidak ada indikator-indikator yang ingin dicapai oleh Peruri. Ia menambahkan BUMN Indonesia masih berada dalam kuadran II, maksudnya adalah persaingan perusahaan masih tinggi di luar pasar. “Harus adanya keseimbangan antara persaingan pasar dan di luar pasar,” ungkap Darminto. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa buku ini belum membahas aspek lingkungan.

Sesi selanjutnya membedah buku karya Anies. Triyanto selaku pembedah mengungkapkan bahwa buku karya Anies merupakan sebuah angin segar bagi dunia kepenulisan Indonesia. Karena buku berjudul Ensiklopedia Penyakit  ini menyajikan informasi-informasi terkait 300 jenis penyakit unik beserta cara pengobatan sederhananya yang perlu diketahui oleh masyarakat melalui 535 halaman.

Reporter : Nur Wahidin

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *