KESMES Kenalkan Pajak Pada Mahasiswa

FEB Undip (10/6) – Kelompok Studi Masalah Ekonomi dan Sosial (KESMES) FEB Undip menyelenggarakan diskusi publik berjudul “Pajak sebagai Alat Paling Efektif untuk Distribusi Pendapatan” pada Selasa (10/6). Acara ini dipandu oleh Maela Sari, mahasiswa IESP FEB Undip 2012 dan menghadirkan Arridel Miranda (Kepala KPP Pratama Semarang) dan Nugroho SBM (Akademisi FEB Undip) sebagai pembicara. Acara yang bertempat di hall gedung C lantai 4 FEB Undip ini dibuka secara simbolis oleh Pembantu Dekan III FEB Undip, Edy Yusuf Agung Gunanto.

Saka Wijaksana selaku ketua mengatakan, acara ini diadakan sebagai penyambung realitas di masyarakat dengan mahasiswa FEB Undip. Ia menjelaskan bahwa ketimpangan dan kemiskinan Indonesia memperlihatkan tren memburuk. Pun banyak orang yang mulai kehilangan harapan karena kemiskinan.

Dalam materinya, Arridel menjelaskan mengenai pajak pada kehidupan riil di Indonesia. Ia menerangkan bahwa terdapat empat fungsi pajak yaitu anggaran, mengatur, stabilitas dan redistribusi pendapatan. Pendapatan Negara berdasarkan APBN-P 2013 berasal dari pajak dalam negeri sebesar 73,23 persen. Sehingga dapat dikatakan jika pajak merupakan sumber terbesar pendapatan negara. Meski demikian, masyarakat yang membayar pajak belum memenuhi target. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang belum sadar pajak. Menurut Arridel, seharusnya mahasiswa sebelum lulus diberi ilmu tentang pajak paling tidak selama sebulan. Ia berharap mahasiwa sadar kepada pajak sejak dini karena musuh utama pajak adalah free rider yang menikmati hasil pajak tanpa membayarnya.

“Biarlah Gayus dengan Gayusnya, biarlah Indonesia dengan carut-marutnya yang penting adalah kita mulai dari perbaikan diri sendiri,” ungkap Arridel. Selanjutnya Nugroho menjelaskan mengenai berbagai masalah pajak di Indonesia. Nugroho memberikan beberapa contoh kasus penggelapan pajak bahkan sampai antar negara. Rendahnya tax ratio (rasio antara penerimaan pajak dengan PDB) menunjukkan bahwa belum optimalnya penarikan pajak dibanding potensinya. Wajib pajak di Indonesia yang rendah juga menjadi sorotan permasalahan yang dijelaskan Nugroho.

Setelah materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tampak peserta aktif bertanya tentang berbagai masalah dan kendala dalam dunia perpajakan di Indonesia. Nico Bonar Manurung, mahasiswa IESP 2013 mengatakan bahwa dengan mengikuti acara ini ia dapat mengetahui sistem pajak dan kegunaannya. “Dengan acara ini biar tidak mudah ditipu tentang perpajakan dan tidak terkena double tax,” ujarnya.  (nq)

Reporter : Indah Natalia dan Rini Wati

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *