Ketika Pohon Hidup Dalam Kehidupan Manusia

gracye-atriana-pane

     Pohon merupakan bagian inti kehidupan yang terkumpul menjadi organ penting yaitu paru-paru dunia. Disebut bagian inti kehidupan karena pohon memberikan oksigen untuk kelangsungan hidup makhluk di dunia. Tanpa oksigen, apa yang akan dilakukan manusia sebagai makhluk hidup yang mampu memanfaatkan dan membudidayakan pohon tersebut. Tidak seperti paru-paru dalam organ tubuh manusia yang dapat di transplantasi, hutan tidak dapat digantikan seperti itu. Membutuhkan niat dan proses yang lama untuk menciptakan hutan lebat yang mampu menjadi paru-paru dunia. Dimulai dari hal kecil dan sederhana yaitu menanam pohon ataupun benih pohon tersebut.

Manfaat Pohon Bagi Kehidupan

Manusia tentu paham betul dengan manfaat pohon bagi kehidupan yaitu menyerap CO2 (karbon dioksida) dan memberikan O2 (oksigen), mencegah erosi dan banjir, menjaga kesuburan tanah, produsen makanan bagi makhluk hidup, dan manfaat penting lainnya. Dengan mengetahui berbagai manfaat tersebut, sudah seharusnya manusia sebagai makhluk hidup yang paling banyak memanfaatkan pohon dan menjaga keberadaan pohon tersebut, minimal untuk kehidupan manusia itu sendiri. Manusia seolah tahu pentingnya pohon tersebut namun tidak sadar atau bahkan mengabaikan hal tersebut. Selain manfaat yang disebutkan di atas, pohon juga dapat dimanfaatkan menjadi kertas dan  kayu untuk bahan bangunan ataupun perabotan. Manfaat itulah yang membuat keberadaan pohon semakin diburu dan terus berkurang.

     Lebih dari sekedar sumber penghasilan, pohon juga merupakan makhluk hidup yang perlu dijaga dan diselamatkan dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Pohon sebagai produsen makanan tentu bukan hanya bagi hewan yang berada di hutan. Kita membutuhkan pohon untuk keberlangsungan hidup. Tanpa pohon, kita hanya akan menghirup udara kotor yang berdampak buruk bagi kesehatan yang tentunya mengurangi produktivitas kita dalam bekerja, lalu apa gunanya menebang banyak pohon untuk kepentingan materil kalau kita sendiri tak mampu berproduksi. Selain bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, pohon juga menjaga bumi ini, planet yang kita tinggali. Berkurangnya keberadaan pohon dalam jumlah besar mencemari udara karena CO2 yang tidak terserap, pembakaran hutan besar-besaran juga semakin menipiskan lapisan ozon, banjir dimana-mana terjadi karena tidak mampunya pohon menahan air, dan berbagai dampak lainnya jika kita terus menjajah pohon di bumi ini.

Perilaku Manusia

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, manusia merupakan makhluk hidup yang tahu akan arti penting pohon bagi kehidupan dan mampu untuk memanfaatkan serta membudidayakannya. Namun kenyataannya, manusialah yang paling banyak memanfaatkan pohon demi kepentingan pribadinya atau materil. Dibandingkan manfaat seperti memberikan oksigen, menjaga kesuburan tanah, dan manfaat non materil lainnya, manusia lebih peduli pada manfaat pohon yang memberikan keuntungan bagi mereka. Pemanfaatan pohon menjadi kertas dan kayu untuk bahan bangunan ataupun furniture, serta pembangunan yang terus berkembang menjadi awal ‘bencana’ untuk pohon itu sendiri. Hutan dibakar untuk pembangunan gedung-gedung pencakar langit dan pohon-pohon yang masih muda pun ditebang untuk dijadikan kertas dan kayu tanpa menggantinya dengan bibit pohon yang baru, Manusia bukan berlomba-lomba menjaga pohon-pohon di bumi ini, tapi sebaliknya, membantai habis-habisan pohon yang mampu dijangkau gergaji mesin mereka. Manusia membangun gedung-gedung tinggi yang dijuluki gedung pencakar langit. Tentu saja julukannya adalah ‘pencakar langit’ ketika pembangunan gedung tersebut mengorbankan ratusan, ribuan, bahkan jutaan pohon untuk membangunnya sedangkan pohon itu sendiri menjaga langit  dengan jernihnya udara, lingkungan yang indah dan nyaman, serta melindungi lapisan ozon.

     Memanfaatkan pohon bukanlah hal yang buruk seperti menebang pohon yang sudah tua untuk dijadikan kertas ataupun kayu (tebang pilih) namun menggantinya dengan bibit pohon yang baru sehingga keberadaan pohon dapat tetap terjaga. Pohon tersebut tentunya juga ada untuk menyokong kehidupan manusia sehingga sebagaimana kita menjaga paru-paru kita, seperti itulah seharusnya kita menjaga paru-paru dunia yang sedang dalam kondisi kritis ini.

”Manusia adalah satu-satunya makhluk di bumi yang menebang pohon, membuat kertas, dan kemudian menulis SELAMATKAN POHON di kertas tersebut”

2-gracye-atriana-pane

 

 

 

 

Gracye Atriana Pane

Mahasiswa Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan 2014, Universitas Diponegoro

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *