KKN Tim II Undip Kenalkan Kemudahan dan Kenyamanan E-Commerce Kepada Warga Desa Tenggulangharjo

Tidak bisa dipungkiri bahwa jaringan internet merupakan salah satu kebutuhan yang penting di era modern ini, tak terkecuali di wilayah pedesaan. Desa Tenggulangharjo, desa kecil di Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, menjadi salah satu desa yang memiliki konsumsi internet besar. Router wi-fi teramati dipasang di sebagian besar rumah warganya untuk menyokong kebutuhan berinternet dan telekomunikasi.

Sentuhan modernitas ini sayangnya tak dibarengi dengan edukasi pemanfaatan internet yang maksimal, salah satunya adalah pemanfaatan internet untuk e-commerce. E-Commerce sudah bukan menjadi barang baru di perkotaan, namun teramati masih sangat jarang digunakan di desa. Padahal, dengan dukungan jaringan internet yang sudah merata, e-commerce bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kegiatan-kegiatan jual beli yang lebih mudah dan efisien.

Senin, 30 Juli 2018, KKN Tim II UNDIP mengadakan edukasi terkait e-commerce kepada masyarakat Desa Tenggulangharjo. Acara yang diadakan di balai desa ini, dihadiri masyarakat dari tua hingga muda, mulai dari remaja-remaja SMP hingga ibu-ibu rumah tangga. Para pamong desa pun turut hadir berpartispasi, menunjukkan minat mereka terhadap pengetahuan baru mengenai pemanfaatan internet.

Edukasi e-commerce diisi langsung oleh Mahardika dari Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis. E-commerce, terangnya, adalah salah satu fasilitas di dunia internet yang memberikan banyak keuntungan untuk melakukan kegiatan-kegiatan transaksi dibanding dengan toko-toko konvensional. Salah satunya adalah kemudahan, kenyamanan, dan keamanan.

Membeli barang di internet akan menjadi lebih mudah karena pembeli tak perlu mendatangi toko secara fisik. Berbekal jaringan internet di rumah, barang bisa dipesan dan diantar kurir dengan selamat. Kenyamanan dalam memilih barang pun terjamin, serta pembeli dapat memilih barang-barang yang akan dibeli dengan pilihan yang sangat beragam. Keamanan pun bukan hal yang dirisaukan, karena platform jual-beli resmi yang popular seperti BukaLapak, TokoPedia, BliBli, Amazon dan sebagainya telah punya sistem pembayaran antara penjual dan pembeli yang rapi. Uang dari pembeli akan ditahan oleh toko dan akan diserahkan kepada penjual ketika barang yang diinginkan telah sampai ke tangan pembeli, sehingga tidak perlu khawatir adanya penipuan.

Mahardika melakukan simulasi di layar tentang bagaimana bertransaksi secara online, sehingga audiens dapat lebih memahami prosesnya lebih detail. Tak ketinggalan, mahasiswa angkatan 2015 ini juga memberikan tips bertraksaksi secara lebih aman dan nyaman di internet.

Edukasi mengenai e-commerce berlanjut dari kegiatan pembelian ke kegiatan penjualan. Menjual barang di internet barangkali menjadi sesuatu yang baru di kalangan para pedagang kecil. Namun, melihat adanya potensi UKM di Desa Tenggulangharjo, penjualan barang via online menjadi terbilang menjanjikan untuk mengglobalkan produk-produk unggulan desa.

Penjualan barang melalui internet dapat dilakukan lewat media sosial atau platform jual beli populer. Dengan menampilkan foto barang dagangan dan informasi harga serta detail produk, para penjual bisa duduk di rumah sambil menunggu pembeli memesan. Jasa kurir pun mudah didapatkan sekarang, sehingga hampir tidak ada kendala dalam mencoba melakukan penjualan online.

Sebagai penutup, Mahardika menyatakan “E-commerce diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga karena ini merupakan sarana yang dapat diakses oleh semua orang dalam memudahkan jual beli produk.”

* Pengirim KKN Tim II Undip Desa Tenggulangharjo

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *