Kominfo Editors Forum: Untuk Publik Demi Republik

Semarang (20/5) – Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) menggelar diskusi Editors Forum di Krakatau Grand Ballroom Hotel Horison, Semarang. Hadir sebagai narasumber adalah Rosarita Niken Widiastuti (Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo), Hermien Y. Kleden (Pemimpin Redaksi Tempo English), Setiawan Hendra Kelana (Pemimpin Redaksi suaramerdeka.com), dan Blontank Poer (Deklarator Komunitas Blogger ASEAN). Mengambil tema #untukpublikdemirepublik, Editors Forum bertujuan untuk membangun komunikasi dan meningkatkan dukungan masyarakat media yang berkarakter kebangsaan dalam penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Indiarto Priadi sebagai moderator memimpin jalannya Editors Forum.
Indiarto Priadi sebagai moderator memimpin jalannya Editors Forum.

Diskusi dimulai pukul 14.00 WIB dengan moderator Indiarto Priadi (Presenter berita senior). Narasumber pertama ialah Rosarita Niken Widiastuti yang menjelaskan pandangan Kemkominfo sebagai perpanjangan tangan pemerintah terhadap kondisi media saat ini. “Media sebagai sumber informasi yang mendidik, mencerahkan, dan memberdayakan masyarakat dalam kerangka NKRI atau disingkat 3E+1N (Educate, Empowerment, Enlightment + Nationalism) dengan tujuan agar masyarakat yang menerima informasi dari pemberitaan media dapat semakin cerdas dan bijaksana,” jelas Niken. Dia juga mendorong seluruh peserta diskusi yang terdiri dari jurnalis media cetak, online, elektronik, serta pers mahasiswa di Kota Semarang untuk bersama-sama menanggulangi permasalahan dan tantangan media terkini seperti provokasi, isu SARA, dan hoax.

Dilanjutkan Hermien Y Kleden sebagai narasumber kedua menjelaskan kondisi garis besar media masa. “Setelah tragedi 1998, terjadinya flooding information atau banjir informasi adalah hal yang sering didapat terlepas dari baik buruknya berita tersebut. Terlebih belakangan ini banyak pemberitaan yang direkayasa. Berita tersebut sudah tidak lagi akurasi, tetapi dibentuk karena alasan kepentingan pribadi ataupun kelompok,” jelas Hermien. Perkembangan teknologi informasi berupa media berbasis online atau paperless dan segmentasi generasi muda, terang Hermien, juga tantangan tersendiri bagi media cetak mainstream.

Setiawan Hendra Kelana dan Blontank Poer sebagai pelaku media berbasis online banyak membahas tentang kode etik penulisan dalam jaringan (daring). “Berita memang harus di-publish secepat mungkin namun harus memperhatikan koridor dan narasumber yg kredibel. Dewan Pers tahun 2012 telah mengesahkan yang namanya Pedoman Pemberitaan Media Siber,” jelas Hendra. Blontank, yang seorang blogger, lebih menekankan bagi para blogger untuk memperkuat tulisan mereka dengan data.

Diselingi oleh hiburan stand-up comedy, diskusi kemudian masuk sesi tanya jawab peserta dengan narasumber. Editors Forum resmi ditutup dengan penandatanganan papan dukungan untuk media berkarakter kebangsaan oleh para narasumber dan moderator.

Menurut Indiarto Priadi, forum ini adalah forum yang baik untuk mempertemukan pembuat regulasi, pelaku pers, dan para mahasiswa yang terlibat dalam pers. “Tantangan terbesar pers masa mendatang adalah perubahan gaya hidup karena telah terjadi sebuah lompatan teknologi yang sangat besar. Orang lebih mudah percaya pada berita-berita yang cepat, berita-berita yang kadang tak terverifikasi. Sehingga PR bagi pers, baik itu pers mainstream maupun pers mahasiswa sebagai calon pekerja pers masa mendatang yang tertarik untuk urusan pers, memperbaiki cara bermainnya sesuai dengan teknologi itu. Tidak boleh mengurangi kualitas sebuah berita, harus sesuai dengan etika jurnalistik tapi disaat yang sama menarik, mengikuti perkembangan zaman. Anak muda seperti sekarang lebih suka melihat berita yang pendek, cepat, tapi tidak dalam. Nah itu harus diimbangi dengan cara bermain yang lebih seru dari teman-teman pers mahasiswa,” tutup pria yang kini menjadi General Manager “Editorial” TV One.

Reporter: Haritz Faiz, Niki Agni

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *