Konferensi Pers Kedua “Garudaku Kafir”: Pernyataan Yos Dan Klarifikasi BEM Undip

Undip (22/05) – Masih tentang poster “Garudaku Kafir” yang telah menyebar di lingkungan kampus hingga viral di jagad maya, pihak Rektorat Undip kembali mengadakan konferensi pers. Bertempat di Widya Puraya, konferensi kali ini dihadiri oleh Yos Johan Utama selaku Rektor Undip, Muhammad Zainuri selaku Wakil Rektor I, Sunarto selaku Dekan FISIP, dan Jadug Trimulyo sebagai Ketua BEM Undip.

Yos Johan Utama menyatakan bahwa penempelan poster “Garudaku Kafir” di Kampus FISIP Undip merupakan tindakan ilegal karena tidak ada izin atau stempel dari pihak BEM, Senat Mahasiswa, maupun pihak Dekanat FISIP. Yos juga menyangkal pemberitaan portal siber CNN dan VIVAnews yang mengatakan bahwa poster tersebut dirancang oleh BEM Undip, padahal bukan dan tidak ada sangkut pautnya dikarenakan BEM FISIP bukan merupakan struktur dari BEM Undip. Dari yang sudah diberitakan sebelumnya, poster “Garudaku Kafir” dibuat oleh lima orang mahasiswa yang salah satunya pengurus BEM FISIP Undip namun tidak dalam tugas sehingga disebut sebagai tindakan “liar”.

Pihak Undip menyayangkan tindakan pembuatan dan penempelan poster tersebut dikarenakan Undip menanamkan kepatuhan akan UUD 1945 dan Pancasila. Rektorat sendiri memandang kasus ini sebagai pelanggaran karena sudah melanggar peraturan/regulasi yang ada, sehingga akan ada proses hukum yaitu persidangan. Adapun sanksi yang bisa dikenakan sesuai dengan aturan, maksimal adalah drop out/skorsing. Ke depan akan dilakukan juga pembinaan tentang Pancasila dan NKRI serta pengulangan penguatan pokok-pokok kebijakan, sekaligus pelatihan propaganda tentang tata cara komunikasi untuk seluruh organisasi mahasiswa Undip.

BEM Undip turut mengklarifikasi pemberitaan portal siber CNN dan VIVAnews yang tidak benar. Tertanggal (19/5) CNN dan VIVA mewartakan berita terkait penyebaran poster “Garudaku Kafir” dengan judul “Poster Garudaku Kafir Dirancang Pengurus BEM Undip”. BEM Undip menyanggahnya karena tidak ada keterlibatan BEM Undip dalam bentuk apapun terkait dengan penyebarluasan poster tersebut.  Pemberitaan kedua portal siber tersebut dinilai mencoreng citra dan nama baik BEM Undip. Menyikapi masalah tersebut, Jadug selaku Ketua BEM Undip 2017 dalam konferensi ini telah melayangkan hak jawab bagi kedua media bersangkutan dan melakukan klarifikasi kepada publik berkenaan dengan yang sebenarnya terjadi.

IMG20170522095902

BEM Undip, dalam upaya menjaga keutuhan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan, mengeluarkan pernyataan sikap antara lain berkomitmen menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila, BEM Undip sebagai lembaga kemahasiswaan dalam menjalankan tugas,  fungsi,  dan wewenangnya senantiasa berlandaskan pada empat pilar berbangsa dan bernegara yakni Pancasila,  Bhineka Tunggal Ika,  NKRI dan UUD 1945. Selain itu BEM Undip mendesak CNN Indonesia dan Viva.co.id untuk memenuhi hak jawab yang telah BEM Undip sampaikan dengan permintaan maaf melalui media yang digunakan untuk mempublikasikan berita terkait dan melakukan perbaikan atas berita tersebut.

Reporter: Henty Eka Palupi

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *