Ketimpangan Pendidikan di Indonesia Masih Tinggi

IMG20170426162640-min

FEB Undip (26/4) – Departemen Advokasi dan Kebijakan Publik BEM FEB menggelar diskusi dengan mengangkat tema “Ketimpangan Pendidikan di Indonesia”. Diskusi berlangsung di Dome FEB Undip pada pukul 16.00-18.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh beberapa perwakilan ormawa FEB, BEM fakultas Undip, dan sekolah vokasi Undip. Tujuan acara ini yakni untuk memberikan pencerahan, pencerdasan dan melihat pandangan mahasiswa mengenai ketimpangan pendidikan di Indonesia.

Ketimpangan pendidikan di Indonesia terlihat dari ketidakmerataan baik dari segi pengajar, fasilitas sarana prasarana, juga kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak belum dapat dirasakan oleh seluruh siswa di Indonesia. ”Untuk itu kita ingin melihat pandangan-pandangan mahasiswa di sini bagaimana pandangan dan pendapat mereka tentang ketimpangan pendidikan di Indonesia dan apa solusi mereka untuk kondisi ketimpangan pendidikan di Indonesia ini.” Ujar Naufal, selaku moderator.

Tidak dapat dipungkiri dalam pelaksanaan diskusi terdapat kendala. Naufal menyatakan salah satu kendalanya yaitu kurangnya partisipasi dari warga FEB. “Masih ada beberapa ormawa yang sudah kita undang tapi tidak datang,” ujarnya. Namun, acara ini berlangsung kondusif. Antusias peserta cukup tinggi dalam menanggapi kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. Salah satu peserta menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual seharusnya tidak hanya mengkritisi pemerintah, tetapi harus dibuktikan dengan aksi nyata yang dimulai dengan perubahan dari diri sendiri.

Sebagai tindak lanjut dari diskusi ini, akan diadakan aksi vertikal tentang ketimpangan pendidikan di Indonesia dengan tema “Unfair Educate”. Aksi tersebut akan dilaksanakan pada hari Minggu, 30 April 2017 di Car Free Day  Simpang Lima Semarang. Selain itu, BEM FEB  bersama Teater Buih juga akan mengadakan aksi teatrikal.

“Harapan kecilnya ya kita bisa mencerdaskan mahasiswa khususnya di FEB ini. Harapan saya seperti yang telah disampaikan oleh Ketua BEM FIB, bahwa kita harus menuju ke aksi, tapi bukan aksi demo. Karena mahasiswa bukan dituntut untuk demo, tapi kita dituntut untuk melakukan pencerdasan mahasiswa juga untuk membantu pemerintah karena pemerintah bukan hanya kerja sendiri, kita harus ikut bantu karena kita masyarakat  oleh karena itu aku pengennya diskusi ini dijalankan lebih lebar lagi, misalnya diskusi antar fakultas atau bahkan ranah BEM Undip.” ujar Nanang Febriadi, peserta diskusi.

Reporter : Ulfa, Wakhidatun

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *