KSE Share Indofood Riset Nugraha (IRN)

FPIK Undip (28/5) – KSE FKM Undip sukses eksekusi pelaksanaan acara Launching dan Sosialisasi Program Indofood Riset Nugraha periode 2015-2016 oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk di Aula Auditorium FPIK dengan mahasiswa tingkat akhir sebagai target pesertanya. Tema penelitian IRN untuk dua tahun terakhir ialah Mencerdaskan Bangsa melalui Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Laut dan Darat. Penelitian ini memiliki objek berupa gandum, jagung, pisang, kelapa atau kelapa sawit, kedelai, aneka umbi, daging, ikan laut dan darat, susu beserta turunannya.

Winarno selaku pembicara pertama membahas seputar Transportasi Ikan Hidup. Ia menegaskan teknik pengangkutan dengan menggunakan dua media, yaitu media air dan tanpa air. Teknik metode air meliputi kemasan terbuka dan kemasan tertutup. Sedangkan teknik tanpa media air menggunakan sistem hibernasi. Hibernasi merupakan teknik terbaru dimana hewan bertahan hidup pada lingkungan yang keras dengan cara menonaktifkan dirinya, biasanya terjadi pada ikan, kura-kura, ular, dan beruang.

Pembicara kedua, Louis M. Djangun menjelaskan tentang profil dari program Indofood Riset Nugraha. Sebelumnya, acara ini memiliki nama Program Bogasari Nugraha yang berlangsung pada tahun 1998 hingga 2005. Kemudian, pada tahun 2006 terjadi perubahan nama menjadi Program Indofood Riset Nugraha (IRN) yang bertahan hingga saat ini.

Pemaparan materi ditutup oleh Widjaya Lukito dari Universitas Indonesia yang memberi kiat untuk memenangkan IRN. Ia mengatakan bahwa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis proposal ialah format dan kelengkapan proposal, tinjauan pustaka, metode, dan biaya yang diusulkan. Proposal tidak akan diterima apabila tidak mengikuti ketentuan dalam panduan. IRN dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan tiga penanya pertama dan dua penanya selanjutnya.

Aulia Rahma Nadia merupakan salah satu peserta dari Jurusan Gizi FKM UGM yang mengatakan acara Launching dan Sosialisasi Program Indofood Riset Nugraha dapat menambah informasi dan cukup memotivasi dirinya untuk membuat proposal yang lebih bagus. “Saya berharap bisa lolos mengikuti IRN,” imbuh Aulia. Kemudian Reva Susanti selaku ketua panitia berharap agar IRN jangkauannya lebih luas, karena IRN ini untuk Jawa Tengah, tetapi pada kenyataannya peserta yang hadir masih dari Semarang, DIY, dan Tegal.

Reporter : Ida, Tias

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *