LPM Edents adakan Seminar Nasional Ekonomi Kreatif dan Launching Majalah

Undip (25/11) – Lembaga Pers Mahasiswa Edents mengadakan Seminar Nasional Ekonomi Kreatif sekaligus Launching Majalah Edents Vol. 2 edisi XXI November 2014. Acara dimulai pukul 09.00 sampai 13.00 dan bertempat di Gedung Prof. Soedarto. “Seminar ini bertujuan untuk memberitahu mahasiswa dan masyarakat umum tentang apa itu ekonomi kreatif, pendanaannya, serta memberikan informasi-informasi mengenai ekonomi kreatif itu sendiri,” ujar Astianti Rahmadian selaku ketua panitia.

Acara diawali dengan pemutaran video, kemudian sambutan dari Edy Yusuf Agung Gunanto selaku Pembantu Dekan III FEB, dilanjutkan dengan pemukulan gong tanda acara telah dimulai. Tidak hanya itu, acara juga didukung dengan penampilan tari tor-tor serta nyanyian daerah untuk menghibur peserta seminar.

Terdapat empat pembicara dalam seminar ini. Pertama, Iqbal Alamsjah sebagai keynote speaker. Kemudian dilanjutkan oleh Eni V. Panggabean selaku Direktur Eksekutif Departemen Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM Bank Indonesia  yang menerangkan mengenai ekonomi kreatif di sektor pangan dan sandang beserta anggaran-anggaran yang diperlukan dalam pelaksanaan ekonomi kreatif. Terakhir, materi disampaikan oleh Wahyu Widodo yang merupakan akademisi FEB Undip yang menjelaskan tentang implementasi ekonomi kreatif itu sendiri. Acara ditutup dengan pembagian doorprize untuk beberapa peserta yang turut aktif dalam sesi tanya jawab serta penyerahan kenang-kenangan bagi ketiga pembicara.

Nungki selaku koordinator acara menjelaskan bahwa nilai tambah dari seminar nasionla yang diadakan LPM Edents adalah sikap keramah-tamahan yang diberikan panitia kepada panitia sehingga memberikan rasa nyaman dan menghapus anggapan sebagian mahasiswa bahwa seminar adalah kegiatan yang membosankan. “Ini seminar pertama yang ku ikuti dan hasilnya cukup lumayan terutama karena tidak mengeluarkan biaya sedikitpun, malah diberi fasilitas yang cukup memuaskan,” ujar Kurnia Marita, salah satu peserta. ”Kekurangannya menurutku karena jam yang ngaret dan penyampaian materi yang monoton,” lanjut Kurnia. (gt)

Reporter: Gracye dan Ifa

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *